Home / Puisi / Sastra

Sabtu, 7 September 2019 - 11:29 WIB

Polisi, Politik, Poligami

Ilustrasi poligami. (Foto IST/iStockphoto)

Ilustrasi poligami. (Foto IST/iStockphoto)

Puisi-puisi Yusril Adyan Muhammad*

Polisi, Politik, Poligami

Aku mendengar kabar yang
menilang otakmu adalah ia
pesepeda yang lupa helmnya
dan di dadamu ada kutang wanita.

Kutub Yogyakarta, 13 Juli 2019

Si Sakit dan Si Keparat

Bila pada diri manusia
ada manusia lain dalam dirinya
sanggupkah kau menahan luka,
atau tawa.
Ada bahagia yang harus disangsikan,
dan diasingkan.
Manusia-manusia lain dalam dirimu
seperti babu menuntut hakmu
atau seperti pejabat yang profesional
tapi berdusta,
kau mau seperti mereka?
lebih baik pilih salah satunya,
aku lebih setuju kau diam
sebab dalam diammu menjadi petanda,
kusebut ia Ego.

Baca Juga :  Pak, Imaji, dan Nay

Sumenep, 02 September 2019

Ada Apakah?

Sampai kapanpun
Sebanyak mendustakan
Harimu, hatimu, jagat raya
Akan tetap bersih dari
Geluk kecil seperti tai lalat di pertengahan
Mulutmu.

Baca Juga :  Laut Membawamu Pergi

Bicabi, 15 Agustus 2019

Yusril Adyan* Yusril Adyan Muhammad nama lain dari Yusril Adyan, lahir di Sumenep 13 Juli 2000. Menulis Puisi dan Resensi di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta dan Sanggar Cemara. Alumni PP. Annuqayah (2018), Alumnus Al-Amien (2015), dan sekarang Aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Share :

Baca Juga

Makan Bakso Berdua

Cerpen

Perempuan yang Memecut Punggung Lelaki
Woman

Puisi

Perempuan Langit, Purnama Maskawinku

Puisi

Rato
Sengketa

Puisi

Counter Attack
Pergi

Puisi

Aku Pergi
Rindu

Cerpen

Perihal Rindu

Puisi

Tanah Jimat
Kangen

Puisi

Ngangen, Saat Dunia Transparan