Home / Daerah / Hukum dan Kriminal

Jumat, 23 April 2021 - 23:33 WIB

Polisi Ringkus Guru SMP Perakit Senpi Ilegal asal Malang

Konferensi Pers penangkapan guru SMP perakit Senpi ilegal asal Malang di Mapolda Jatim, Jumat (23/04/2021). (Foto for SURAU.id)

Konferensi Pers penangkapan guru SMP perakit Senpi ilegal asal Malang di Mapolda Jatim, Jumat (23/04/2021). (Foto for SURAU.id)

Sumenep, SURAU.id – Seorang pria perakit senjata api (Senpi) ilegal asal Malang berhasil diringkus Polisi. Tiga pucuk senpi hasil rakitannya dan puluhan amunisi turut disita sebagai barang bukti.

Tersangka berinisial AR (23) warga Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang diamankan lantaran terbukti sebagai perakit senpi ilegal.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil mengamankan tiga pucuk senjata api rakitan jenis Revolver, Baikal, laras panjang Reminten Kaliber 5,56 mm.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko, didampingi Wadirkrimum AKBP Nasrun Pasaribu dan Kasubdit III Jatanras AKBP Lintar Mahardhono mengatakan, tersangka diketahui mulai merakit senpi sejak Februari 2021 lalu.

Baca Juga :  Semangat Baru SMA PGRI Sumenep

Dalam rentang waktu tersebut, 7 pucuk senjata sudah berhasil dirakitnya.

“Tersangka melakukan kegiatan tersebut sejak Februari 2021 sampai ditangkap dan sudah dapat merakit senjata api sebanyak 7 pucuk senjata,” kata Kabid Humas kepada wartawan, Jumat (23/04/2021).

Kabid Humas Polda Jatim menambahkan, hasil pistol atau senjata rakitan tersangka jual dengan harga bervariasi sesuai pesanan, harganya berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 6,5 juta.

Dalam mengerjakan senpi rakitan, tersangka selalu memakai alat-alat perbengkelan di antaranya grinda, alat bubut dan alat las, sedangkan profesi sehari-seharinya adalah guru swasta.

Baca Juga :  D' Gowes Sumenep Bersepeda Bersama ke Pantai Kahuripan

“Tersangka selalu mengunakan bermacam-macam peralatan bengkel. Profesinya ini sehari-hari guru SMP,” terang Kabid Humas Polda Jatim.

Atas perbuatannya itu, tersangka kini dijerat dengan Pasal 1 UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait merakit atau membuat dan atau menguasai senjata api secara ilegal. Adapun ancaman hukuman maksimalnya adalah 20 tahun penjara.

“Kami kenakan UU Darurat. Ancaman hukumannya yakni maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Kombes Pol Gatot.

Pewarta: Ulum
Editor: Rafiqi

Share :

Baca Juga

Pokdakan Sumenep

Berita

Dapat Kucuran Dana Rp 1,6 M, Pokdakan Sumenep Tak Kunjung Tertib Administrasi dan Teknis
Dongeng Keliling

Berita

Dongeng Keliling Ke-16 Rumah Cerita OKARA Sukses Menarik Antusiasme Anak-Anak
Rumah Cerita OKARA Sumenep

Berita

Dongeng Edukatif Jilid 2 Tarik Antusiasme Anak-anak dari Luar Pulau Madura
Program Madani

Berita

Lakpesdam NU Sumenep Gelar Halaqah l Inisiasi Pembentukan Learning Forum Madani
Santunan Anak Yatim

Berita

H. Sami’oeddin Santuni Anak Yatim, Begini Tujuan Anggota DPRD Sumenep Dapil V Itu
Laka Lantas

Berita

Lalai dalam Berkendara Berujung Kecelakaan Maut hingga Alami Kerugian Besar
LPM Retorika

Berita

Ketua STKIP PGRI Sumenep Lantik Pengurus LPM Retorika Periode 2020-2021
Sumenep Lockdown

Berita

Jumlah Terkonfirmasi Covid-19 Terus Meningkat, Pemkab Sumenep Lakukan Lockdown