JEMBER (Surau.ID) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) di panggung internasional. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UNEJ sukses meraih dua penghargaan dalam Penabur International Choir Festival (PICF) 2026 yang berlangsung di Jakarta, 7–12 September 2026.
Dalam ajang tersebut, PSM UNEJ berhasil meraih 2nd Place-Gold Medal pada kategori Mixed Choir Level B dan Gold Medal pada kategori Folklore.
Capaian itu diraih oleh delegasi PSM UNEJ yang beranggotakan 37 penyanyi dari berbagai fakultas. Mereka tampil di bawah arahan conductor Rokhmad Hidayanto, yang akrab disapa Mas Didung.
Pembina UKM PSM UNEJ, Dr. Arief Rijadi, M.Si., M.Pd., mengatakan pihaknya memilih dua kategori tersebut dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan para penyanyi yang dimiliki saat ini.
“Pada kompetisi kali ini UKM PSM UNEJ turun dalam dua kategori, yaitu Mixed Choir Level B dan Folklore. Kategori ini sengaja dipilih karena paling sesuai dengan kondisi para penyanyi saat ini,” ujar Arief.
Pilihan tersebut terbukti tepat. PSM UNEJ mampu menunjukkan performa terbaik dan membawa pulang penghargaan dari kedua kategori yang diikuti.
Pada kategori Mixed Choir Level B, PSM UNEJ membawakan komposisi yang cukup kompleks dengan format double choir. Dua karya yang ditampilkan yakni “Tykus-Tykus” karya Vaclovas Agustinas dan “Gaur Akelarre” karya Josu Elberdin.
Tak hanya mengandalkan kemampuan teknik vokal, PSM UNEJ juga membawa kekayaan budaya Indonesia dalam kategori Folklore. Mereka membawakan lagu etnik “Erang-erang Subuh”, lagu tradisional Banyuwangi yang diaransemen Amril Huda, serta “Janger”, lagu tradisional Bali dalam aransemen Avip Priatna dan Agustinus Bambang Jusana.
Penampilan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa UNEJ untuk memperkenalkan keberagaman musik tradisional Nusantara di hadapan peserta dan juri dari berbagai daerah maupun negara.
Ketua Tim Lomba PSM UNEJ, Intan Mawaddah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses persiapan panjang dan intensif. Persiapan bahkan telah dimulai sejak audisi penyanyi pada Januari 2026 dan terus berlangsung hingga menjelang kompetisi pada September.
Selama proses persiapan, para penyanyi menjalani berbagai tahapan pengembangan kemampuan. Di bawah arahan Mas Didung, mereka melakukan pendalaman notasi dan lirik, pematangan harmonisasi vokal, hingga latihan koreografi untuk menunjang penampilan di atas panggung.
Menurut Intan, konsistensi latihan, kedisiplinan, serta kekompakan seluruh anggota menjadi faktor penting yang mengantarkan PSM UNEJ mampu bersaing dengan puluhan kelompok paduan suara lainnya.
“Persiapan dilakukan secara panjang dan intensif sejak Januari hingga September 2026. Para penyanyi melalui berbagai tahap penggodokan teknis, mulai dari pendalaman notasi, lirik, harmonisasi vokal, hingga pemantapan koreografi panggung,” jelas Intan.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras seluruh anggota tim yang harus menjaga kualitas vokal sekaligus membangun kekompakan sebagai satu kesatuan paduan suara.
Bagi PSM UNEJ, keikutsertaan dalam PICF 2026 bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan. Ajang internasional tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kualitas seni vokal sekaligus memberikan pengalaman kompetitif kepada mahasiswa di tingkat yang lebih luas.
Keikutsertaan tersebut juga sejalan dengan upaya UNEJ dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 3, khususnya dalam memberikan pengalaman belajar dan pengalaman berkarya kepada mahasiswa di luar lingkungan kampus.
Pengalaman tampil dalam kompetisi internasional diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, percaya diri, serta memiliki daya saing global.
Pencapaian PSM UNEJ di PICF 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi ruang strategis untuk mengembangkan potensi mahasiswa dan membawa nama perguruan tinggi ke tingkat internasional.
Pihak Rektorat UNEJ menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota delegasi, pembina, conductor, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Dua penghargaan yang diraih PSM UNEJ diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, memperluas pengalaman kompetisi, sekaligus menjaga tradisi prestasi mahasiswa UNEJ di bidang seni.
Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa suara mahasiswa UNEJ tidak hanya bergema di lingkungan kampus. Melalui karya dan kekayaan budaya Nusantara, mereka mampu membawa nama Universitas Jember tampil dan bersaing di panggung internasional.