BONDOWOSO (Surau.ID) – PT Kereta Api Indonesia bersama Balai Teknik Perkeretaapian Surabaya mulai memetakan reaktivasi jalur kereta api nonaktif Kalisat–Bondowoso–Panarukan guna memperkuat konektivitas kawasan Tapal Kuda, Kamis (17/9/2026).
Jalur yang telah nonaktif selama hampir 22 tahun ini mulai menunjukkan titik terang setelah penyelesaian Survei Identifikasi Desain. Langkah awal ini menjadi pemetaan krusial bagi kelanjutan proyek.
Pemerintah daerah berharap pengaktifan kembali lintasan ini mampu mendorong efisiensi distribusi logistik serta sektor pariwisata. Kerja sama antarwilayah terus digalang demi merealisasikan transportasi massal tersebut.
Tahapan Evaluasi dan Pemetaan Teknis
Penyelesaian survei lapangan oleh BTP Kelas I Surabaya berfokus pada pemetaan kondisi fisik jalur lintas Kalisat hingga Bondowoso. Evaluasi mencakup kelayakan struktur prasarana pendukung di sepanjang lintasan.
Proses reaktivasi masih memerlukan kajian mendalam terkait kondisi jembatan, keandalan rel, pemugaran stasiun, serta penataan pemanfaatan lahan warga di sekitar jalur perlintasan kereta api.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Bondowoso mendorong percepatan reaktivasi melalui koordinasi bersama Pemkab Jember dan Situbondo guna mengajukan usulan bersama kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub.
“Setelah masa posko Natal dan Tahun Baru, kami melakukan survei dan telah memetakan keseluruhan jalur pada lintas Kalisat hingga Bondowoso,” ujar Denny Michels Adlan, Kepala BTP Kelas I Surabaya.
Langkah reaktivasi ini menjadi tumpuan harapan baru untuk merajut kembali sejarah dan membangkitkan roda perekonomian masyarakat di wilayah timur Pulau Jawa.