Rintik Rindu, Story, dan Baka

Puisi-puisi Syaiful Ghazi*

Rintik Rindu

Pagi
Kuterbangun merayap mentari yang masih malu di pundak subuh
Anak ayam yang siaga
Mendahului pilar cerita
Malu
Tak perlu lagi
Karena deretan kisah masih menanti
Esok lusa
Nada rindu masih hangat
Tak pernah hilang
Gertakan ayam
Tak sedikitpun
Menghilangkan rasa dan aroma
Karena rindu bukan hujan
Yang bermusim.

Jenangger, 1 September 2019

Story

Di sela waktu yang sempit
Serpihan debu-debu mulai menyapa
Mulai masuk nan tembus di mata
Membawa seciduk cinta
Yang pernah kumimpikan
Di atas bongkahan pengabdian

Januari-Desember

Baka

Alifmu yang pernah tegak di pangkuan
Mengajariku betapa halusnya
Cinta kasih
Mengajariku asa
Yang begitu akbar
Akan hasrat yang teruji
Baka
Hitungan tasbih liburan
Masih merayap sepi

Banuaju, 18 Mei 2019

Syaiful Ghazi*Lahir di Jenangger, Batang-Batang, Sumenep. Alumni MTs. Miftahul Ulum dan MA NASA Gapura. Aktif di Kampus Literasi. Kelas Puisi Bekasi A.

Bagikan!

2 Comments on “Rintik Rindu, Story, dan Baka”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *