Home / Puisi / Sastra

Selasa, 3 September 2019 - 11:56 WIB

Rintik Rindu, Story, dan Baka

Ilustrasi. (IST/Net)

Ilustrasi. (IST/Net)

Puisi-puisi Syaiful Ghazi*

Rintik Rindu

Pagi
Kuterbangun merayap mentari yang masih malu di pundak subuh
Anak ayam yang siaga
Mendahului pilar cerita
Malu
Tak perlu lagi
Karena deretan kisah masih menanti
Esok lusa
Nada rindu masih hangat
Tak pernah hilang
Gertakan ayam
Tak sedikitpun
Menghilangkan rasa dan aroma
Karena rindu bukan hujan
Yang bermusim.

Baca Juga :  Tentang Senja dan Sehabis Itu

Jenangger, 1 September 2019

Story

Di sela waktu yang sempit
Serpihan debu-debu mulai menyapa
Mulai masuk nan tembus di mata
Membawa seciduk cinta
Yang pernah kumimpikan
Di atas bongkahan pengabdian

Januari-Desember

Baka

Alifmu yang pernah tegak di pangkuan
Mengajariku betapa halusnya
Cinta kasih
Mengajariku asa
Yang begitu akbar
Akan hasrat yang teruji
Baka
Hitungan tasbih liburan
Masih merayap sepi

Baca Juga :  Ngangen, Saat Dunia Transparan

Banuaju, 18 Mei 2019

Syaiful Ghazi*Lahir di Jenangger, Batang-Batang, Sumenep. Alumni MTs. Miftahul Ulum dan MA NASA Gapura. Aktif di Kampus Literasi. Kelas Puisi Bekasi A.

Share :

Baca Juga

Puisi

Air Jatuh

Puisi

Rato

Puisi

Pak, Imaji, dan Nay
Rindu

Cerpen

Perihal Rindu

Puisi

Pusar Laut

Puisi

Sajak Kerinduan

Puisi

Tanah Jimat
Kangen

Puisi

Ngangen, Saat Dunia Transparan