JAKARTA (Surau.ID) — Rodri menanggapi tuduhan adanya keberpihakan wasit kepada Barcelona di tengah kontroversi pertandingan Derby Madrid. Mantan pemain Manchester City itu mengakui keputusan wasit dalam laga Atletico Madrid vs Real Madrid memang menuai persoalan, tapi menolak anggapan bahwa perangkat pertandingan sengaja membantu Barcelona.
Kontroversi muncul setelah Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid pada pertandingan Liga Spanyol akhir pekan lalu. Wasit Miguel Ortiz Arias menjadi sorotan karena tidak memberikan kartu merah kepada Cristian Romero dan Lee Kang-in.
Kedua pemain melakukan tekel keras secara berurutan terhadap Jude Bellingham dan Federico Valverde. Keputusan wasit tersebut kemudian mendapat kritik dari pihak Real Madrid.
Pelatih Madrid, Jose Mourinho, menyampaikan kekecewaannya dalam konferensi pers setelah pertandingan. Klub juga mengeluarkan pernyataan terkait keputusan-keputusan wasit dalam laga tersebut.
Di tengah polemik itu, sebuah media Spanyol memunculkan klaim mengenai dugaan konspirasi di kalangan wasit untuk membantu Barcelona memenangi kompetisi. Presiden LaLiga Javier Tebas kemudian membantah tuduhan tersebut.
Rodri membahas kontroversi itu dalam siniar Partidazo de COPE. Ia menilai tekel Lee Kang-in memang layak mendapatkan kartu merah.
“Aku tidak tahu apakah Cuti (Romero) bisa saja menarik kakinya, tapi tekel Kang-in jelas layak diganjar kartu merah,” kata Rodri.
Namun, ia meminta kesalahan wasit tidak dikaitkan dengan dugaan upaya untuk memenangkan Barcelona. Menurut Rodri, keputusan wasit yang keliru merupakan bagian dari pertandingan dan tidak secara otomatis menentukan persaingan selama satu musim.
“Di luar itu, wasit memang bisa keliru, tapi mereka tidak menentukan kompetisi sepanjang 38 pertandingan,” ujarnya.
Rodri juga menilai tuduhan bahwa wasit menginginkan Barcelona menjadi juara dapat berdampak terhadap sepak bola. Ia menekankan bahwa wasit, seperti pihak lain dalam pertandingan, tetap dapat melakukan kesalahan.
“Mengatakan bahwa wasit menginginkan Barca memenangi liga itu merusak sepak bola. Tidak masalah mendukung klub Anda, tapi hanya sebatas itu saja. Kita semua adalah manusia biasa, dan kita semua membuat kesalahan,” pungkasnya.