Home / Puisi / Sastra

Selasa, 8 Januari 2019 - 20:18 WIB

Sajak Kerinduan

Ilustrasi Sajak Kerinduan. (Foto Ist/Google Plus)

Ilustrasi Sajak Kerinduan. (Foto Ist/Google Plus)

(Teruntuk Perempuan Berinisial Af.)

Oleh: Akh. Fauzi*

Episode II

Fa
Kupeluk erat-erat engkau dalam sujud di sepertiga malamku
Tasbih, tahmid dan tahlil masih becek di bibirku
Sesekali aku tak sadarkan diri

Fa
Apalah artinya rindu yang sering aku ucapkan padamu
Sementara dinginnya hujan belum mampu engkau hangatkan di sekejur tubuhku

Baca Juga :  Air Jatuh

Fa
Sesekali aku berpikir tentang sajak kerinduan yang setiap hari aku lontarkan
Apa yang membedakan Rindu Sahabat dengan Rindu Kekasih
Keluhku

Fa
Pagi ini, dalam hati yang masih tegak bendera rindu nan berselimut sembilu
Aku butuh secangkir kopi tanpa gula dan pemanis buatan lainnya
Cukup senyum manis ikhlasmu kau hadirkan bersama secangkir kopi di hadapanku

Baca Juga :  Tanah Jimat

8 Januari 2019

*Penulis adalah mahasiswa Semester VII Prodi Pendidikan Mamematika STKIP PGRI Sumenep. Perintis Sanggar Humpimpa PP. Adda’wah Batuputih. Saat ini aktif di Sanggar Bintang Sembilan PK PMII STKIP PGRI Sumenep.

Share :

Baca Juga

Kangen

Puisi

Ngangen, Saat Dunia Transparan

Puisi

Tentang Senja dan Sehabis Itu
Poligami-iStock

Puisi

Polisi, Politik, Poligami

Puisi

Pusar Laut

Puisi

Pak, Imaji, dan Nay

Puisi

Air Jatuh

Puisi

Laut Membawamu Pergi
Makan Bakso Berdua

Cerpen

Perempuan yang Memecut Punggung Lelaki