Probolinggo (Surau.ID) – Sejumlah santri, alumni, serta wali santri menggelar aksi damai di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kabupaten Probolinggo, Selasa (13/1). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk aspirasi masyarakat agar aparat kepolisian menuntaskan penanganan dugaan kasus pelecehan yang tengah bergulir.
Peserta aksi membawa poster dan spanduk berisi tuntutan agar proses penegakan hukum dilakukan secara adil, transparan, dan tidak tebang pilih. Mereka juga menyerukan pentingnya perlindungan terhadap korban serta menjaga nama baik lembaga pendidikan pesantren.
Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian sebelumnya telah menetapkan seorang pria berinisial M sebagai tersangka. Namun, massa aksi menilai masih ada pihak lain yang diduga terlibat, yakni seorang perempuan berinisial F, yang hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka.
Salah satu perwakilan massa, Anta Rohmah, menyampaikan agar aparat penegak hukum memproses perkara tersebut secara menyeluruh dan setara. Ia menekankan bahwa keadilan hukum seharusnya berlaku bagi semua pihak yang diduga terlibat tanpa pengecualian.
“Kami meminta kepolisian memproses perkara ini secara adil dan terbuka. Jangan sampai ada pihak yang merasa dilindungi atau tidak tersentuh hukum,” ujarnya saat berorasi.
Anta juga menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan istilah di ruang publik, terutama yang berkaitan dengan identitas lembaga pendidikan. Menurutnya, penyebutan yang tidak tepat dapat berdampak pada citra pesantren dan dunia pendidikan secara umum.
Menanggapi aksi tersebut, pihak kepolisian menyatakan bahwa penanganan perkara masih berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Aparat meminta masyarakat untuk bersabar dan mempercayakan proses hukum kepada penyidik, serta menegaskan bahwa setiap laporan akan ditangani berdasarkan alat bukti dan ketentuan perundang-undangan.
Aksi damai berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Tidak terjadi insiden selama kegiatan berlangsung. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib.
Para peserta aksi berharap kepolisian dapat memberikan kepastian hukum serta menjaga transparansi informasi kepada publik demi terciptanya rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.