TUBAN (Surau.ID) – Sekitar 300 santri, wali murid, serta guru Pondok Pesantren Ash Shomadiyah Kabupaten Tuban menggelar salat Istisqa di Alun-Alun Tuban, Rabu (23/9/2026).
Aksi ibadah bersama di tengah terik matahari ini bertujuan memohon diturunkannya hujan guna mengatasi dampak kekeringan dan kebakaran hutan yang melanda wilayah setempat akibat musim kemarau.
Selain memohon hujan, jamaah memulai kegiatan dengan salat dhuha serta memanjatkan doa bersama demi terciptanya kerukunan dan kedamaian di tengah bangsa Indonesia.
Latar Belakang Salat Istisqa dan Fenomena Kemarau
Pengasuh Ponpes Ash Shomadiyah Tuban, Riza Shalihuddin Habibi, menyampaikan bahwa ibadah ini sengaja digelar di lapangan terbuka tanpa atap sebagai wujud ketundukan hamba saat memohon pertolongan Allah.
Musim kemarau yang panjang telah memicu krisis air bersih di sejumlah titik Kabupaten Tuban serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Pentingnya Kerukunan Umat Demi Keberkahan
Gus Riza menegaskan bahwa pertikaian serta konflik di tengah masyarakat, baik politik maupun sosial, dapat menjadi penghalang terkabulnya doa-doa umat manusia.
“Bagaimana langit akan menurunkan hujan atau mengabulkan doamu sementara umatmu konflik,” ujar Riza Shalihuddin Habibi, Pengasuh Ponpes Ash Shomadiyah Tuban.
Ibadah dan doa bersama ini diharapkan membawa keberkahan, mendinginkan suasana sosial, serta menjadi sarana terkabulnya harapan agar hujan segera mengguyur wilayah Tuban.