JAKARTA (Surau.ID) – Analisis Deep Intelligence Research (DIR) mencatat 53 persen percakapan media sosial terkait BAKOM bernada negatif hingga Minggu (4/10/2026).
Pergantian pimpinan dari M. Qodari kepada Syahganda Nainggolan belum serta-merta mengubah persepsi publik. Figur baru masih berhadapan dengan akumulasi persoalan institusi.
Data DIR terhadap 8.622 konten media sosial menunjukkan sentimen positif hanya mencapai 9,1 persen. Sementara pemberitaan media arus utama relatif lebih berimbang.
Beban Isu Integritas Dan Anggaran
Penilaian publik dipengaruhi berbagai isu krusial yang melekat pada BAKOM. Tudingan sebagai instrumen kontrol narasi pemerintah memperoleh sentimen negatif hingga 96 persen.
Isu pembagian jabatan dan dugaan pemborosan anggaran juga menuai kritik tajam di atas 80 persen. Temuan ini menegaskan tantangan utama berada pada perbaikan transparansi lembaga.
Dorongan Perubahan Pola Komunikasi
DIR mendorong Syahganda menggeser pendekatan dari komunikasi satu arah menjadi dialog dua arah. “Pergantian pejabat belum cukup jika tidak diimbangi perubahan pola komunikasi,” ujar Neni Nur Hayati, Direktur Komunikasi DIR.
Keterbukaan data anggaran serta kejelasan capaian kerja menjadi ujian penting lembaga ini. Langkah responsif dinilai mendesak untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui komunikasi pemerintah yang jujur, transparan, dan teruji di lapangan.