PALANGKA RAYA (Surau.ID) – Relawan One Muhammadiyah One Response mendirikan Rumah Oksigen di Palangka Raya guna melayani puluhan warga Kalimantan Tengah yang terdampak paparan kabut asap karhutla.
Kebakaran hutan dan lahan seluas 74 ribu hektare tersebut memicu penurunan kualitas udara hingga kategori berbahaya dan mengancam kesehatan saluran pernapasan lebih dari lima juta jiwa.
Layanan kemanusiaan ini beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono KM 1,5, Palangka Raya.
Siaga Bencana dan Layanan Kesehatan
Pos Komando dan Koordinasi Muhammadiyah mengerahkan puluhan relawan gabungan dari unsur medis, pemadaman, hingga logistik untuk merespons memburuknya kualitas udara di Kalimantan Tengah.
Selain menyediakan fasilitas terapi oksigen, tim relawan juga membagikan masker, membagikan nutrisi, hingga menerjunkan armada pemadam kebakaran langsung ke titik api untuk pendinginan lahan.
Operasional Tanggap Darurat Bencana
Posko darurat direncanakan terus beroperasi hingga 21 September 2026 mendatang menyesuaikan status darurat daerah.
“Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan,” ujar Heru Setiawan, Ketua Lembaga Resiliensi Bencana MDMC Kalimantan Tengah.
Sinergi respon cepat ini membuktikan kepedulian nyata organisasi kemasyarakatan dalam melindungi kesehatan warga serta membantu pemerintah menangani bencana asap nasional.