Home / Berita / Budaya / Daerah

Sabtu, 16 Januari 2021 - 19:01 WIB

Tari Muang Sangkal, Seni Mengusir Malapetaka dari Sumenep

Pose Tari Muang Sangkal. (Foto: Istimewa)

Pose Tari Muang Sangkal. (Foto: Istimewa)

Sumenep, SURAU.idTari Muang Sangkal, demikian namanya. Tarian ini begitu populer, bahkan tidak hanya di Sumenep, tempat seni gerak tersebut lahir dari penciptanya.

Selain karena digunakan sebagai tarian penyambut tamu dan tokoh dalam acara-acara, khususnya yang besar dan berskala, tari ini termasuk kesenian Sumenep yang cukup digandrungi anak muda pecinta seni gerak, khususnya di Kota Keris.

Penelusuran SURAU.id, ada banyak situs media online maupun blogger luar Sumenep, Madura yang mengulas Tari Muang Sangkal.

Selain dipelajari oleh generasi muda secara umum, Tari Muang Sangka secara khusus juga dilestarikan oleh para murid sang pencipta tarian fenomenal tersebut.

Asal Muasal dan Penciptanya

Tari Muang Sangkal adalah salah satu seni tari asal Sumenep, Madura, Jawa Timur yang mengangkat kembali nuansa kehidupan keraton zaman dahulu.

Saa ini Tari Muang Sangkal menjadi ikon seni tari di Madura. Sebagaimana disebut sebelumnya, tarian ini tetap eksis dan terjaga kelestariannya karena cukup digemari oleh generasi muda di Madura.

Baca Juga :  Sahkan 144 Warga Baru, PSHT Cabang Sumenep Minta Komitmen Jaga NKRI

Di lansir dari seringjalan.com, Tari Muang Sangkal merupakan tarian asal Sumenep yang diciptakan oleh seorang seniman tari bernama Taufikurrahman pada tahun 1972.

Dilansir dari Mata Madura, sosok koreografer hebat bergelar R.P. itu diketahui wafat pada 20 November 2018 lalu.

Taufik, demikian akrab dipanggil, meninggal dunia pada usia 78 tahun karena penyakit yang diderita 3 tahun sebelumnya. Jenazahnya disemayamkan di Asta Panglegur Sumenep.

Tari Muang Sangkal (Mowang Sangkal) adalah salah satu dari berbagai tarian ciptaan Taufik yang mendunia.

Ciptaan Taufik lainnya, Tari Codhik Sumekar misalnya, dipersembahkan secara khusus pada Festival Keraton se-Asia Tenggara yang digelar di depan Masjid Jamik Sumenep pada akhir Oktober 2018 silam.

Tari Muang Sangkal

Pertunjukan Tari Muang Sangkal. (Foto: Istimewa)

Makna, Cara, dan Fungsi

Secara harfiah, Muang Sangkal adalah gabungan 2 kata dalam Bahasa Madura, Mowang yang berarti membuang, sedangkan Sangkal dimaknai sebagai kesialan.

Pada dasarnya, Tari Muang Sangkal ini sama dengan seni tari lainnya. Hanya saja memang memiliki keunikan tersendiri.

Baca Juga :  Dongeng Keliling Ke-16 Rumah Cerita OKARA Sukses Menarik Antusiasme Anak-Anak

Penarinya harus perempuan semua. Pun jumlahnya harus ganjil, bisa satu, tiga, lima, tujuh, sebelas dan seterusnya.

Pakaian yang dipakai adalah busana pengantin legga dengan dodot khas Sumenep. Selain itu, penarinya tidak boleh dalam keadaan menstruasi.

Jika dilihat dari istilah yang membentuknya, Tari Muang Sangkal difungsikan sebagai tarian pengusir malapetaka.

Pun faktanya memang tarian ini digunakan sebagai tarian penyambut tamu atau tokoh dalam acara-acara besar dan berskala nasional hingga internasional di Sumenep.

Entah dengan maksud mengusir kesialan yang mungkin dibawa si tamu, yang pasti Tari Muang Sangkal bak tarian khusus penyambut tamu keraton tempo dulu.

Namun, terlepas dari itu Tari Muang Sangkal adalah karya seni tari fenomenal dari almarhum Taufik. Seorang koreografer tari asal Sumenep yang mendunia, penuh prestasi, bahkan ketika sudah tiada.

Kilas hidup, perjalanan dan prestasi Taufik di dunia tari, khusunya Tari Muang Sangkal, akan diulas pada tulisan berikutnya.

Pewarta: Ulum
Editor: Rafiqi

Share :

Baca Juga

Berita

Satu Lagi, Bandar Sabu Asal Pulau Sapeken Di Tangkap Timsus Polres Sumenep
Launching Buku Kata Bintang

Berita

Kepala Disdik Sumenep Dukung “Kata Bintang” Hidupkan Minat Baca
Bazar Konfercab NU Sumenep

Berita

PCNU Sumenep Gelar Bazar untuk Membangun Kemandirian Ekonomi Jam’iyah dan Jama’ah

Berita

Buku “Terapi Spiritual” Karya Bupati Sumenep Dibedah
KONI Sumenep

Berita

KONI Sumenep Gelar Musorkab Vll untuk Pemilihan Ketua Baru
Perempuan Bangsa

Berita

Siap Menangkan Paslon Fattah Jasin-Mas Kiai, Perempuan Bangsa Sumenep Rapatkan Barisan
Guru PPPK

Berita

Forum P3K Sumenep Minta Pemda Desak Pemerintah Pusat Segera Turunkan SK
Sidang Kades Longos

Berita

Divonis 3 Bulan, Sidang Kades Longos Berlanjut Upaya Banding