Home / Puisi / Sastra

Rabu, 9 Januari 2019 - 19:59 WIB

Tentang Senja dan Sehabis Itu

Ilustrasi Senja. (Foto Ist/Liputan6)

Ilustrasi Senja. (Foto Ist/Liputan6)

Puisi-puisi Sumarwi KG*

Tentang Senja Itu

Senja itu aku datang kepadamu
Dengan membawa kabar tentang cinta
Yang pernah kukatakan lewat jendela
Malam di kota itu

Wajahku malu
Kaupun berkata seperti tak bersuara
Menanyakan tentang kepastian
Pada matahari di senja itu
Akupun begitu

Sehabis senja
Petang mulai datang
Kau mengajakku mengejar senja
Agar jalan tak begitu gelap
Akupun mengikuti apa yang kau inginkan
Pergi menuju arah yang bersebrangan
Ke tempat kita semula
Dari arah yang berbeda

Malam itu aku menunggu
Tentang senja yang harus kau bicarakan di malam sepi
Tentang cinta yang tiba-tiba datang menjalar di tubuhku
Sehabis itu wajahku terlempar jauh ke arah matahari
Aku pun tak menemukan lagi tentang senja itu

Kau pergi
Akupun tiada
Aku mencarimu
Lewat jendela-jendela
Di kota itu
Namun tak dapat kutemukan

Sehabis itu aku berjalan ke arah matahari
Barangkali kutemukan jejakmu
Di senja yang mempertemukan kita
Tetapi, tetap seperti semula
Tak ada jejak tentangmu

Selesai itu aku pergi
Sebab, kau tiada
Namun, bukan aku melupakanmu, sayang
Aku tetap seperti semula
Dengan cinta yang pernah ada
Takkan habis oleh waktu
Meskipun senja itu sudah sempurna
Menjadi purnama malam ini

Baca Juga :  Pak, Imaji, dan Nay

Sehabis malam aku akan kembali
Menanyakan senja itu
Barangkali masih ada

Lapa Taman, 12 Agustus 2018

Sehabis Itu Kau Akan Kembali

Angin yang datang dari barat
Adalah kabar gembira bagiku
Begitu juga bagimu
Mengabarkan waktu yang kian lama kau tempuh
Bukan sekadar kau mengikuti gerak matahari
Ataukah berlabuh di penghujung senja

Kau tumpahkan keringatmu
Berdiri tegak di bumi ibu pertiwi
Membakar tubuhmu pada matahari
Kaupun tak pernah lelah
Demi masamu yang akan datang

Kau pacu waktu
Melawan gerak gelombang
Kau tinggalkan kota yang penuh cerita
Kau tinggalkan tanah kelahiranmu yang penuh kenangan indah
Demi masa itu
Masa yang kau nanti dengan seribu mimpi

Namun, tak semudah yang kau bayangkan
Kau harus berimajinasi
Kau harus bergengsi
Kau harus berintelektual sejati
Kau harus bermental kokoh dan berduri
Kau harus berjuang tanpa henti
Kau harus sabar menanti
Kau harus kembali memikirkan masa itu
Agar kau tahu tentang dirimu dan diriku
Di jantung matahari itu

Baca Juga :  Perempuan Langit, Purnama Maskawinku

Tanggal 14 Agustus yang akan datang
Kau akan menghadap sidang
Karena skripsimu sudah selesai
Untuk dipertanggungjawabkan

Pada tanggal 14 itu
Kau kembali membaca huruf-huruf di tubuhmu
Agar matahari selalu sabar menemanimu
Jangan kau takut dan gemetar
Ayah bundamu pasti mendoakan
Duduklah di depan penguji dengan sopan
Bacalah sholawat kepada Rasulullah penegak kebenaran
Agar kau sukses di masa yang akan datang
Bukankah matahari itu adalah mimpi yang kau kejar
Sehabis itu kau akan kembali ke kotamu
Mempertanggungjawabkan dirimu

Lapa Taman, 11 Agustus 2018

*Sumarwi KG lahir di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep pada tanggal 19 Januari 1992. Pendidikannya ditempuh SDN Lapa Taman, MTs. Mahwil Ummiyah, MAN Sumenep, hingga kuliah di STKIP PGRI Sumenep Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sekarang masih aktif di dunia tulis menulis.

Share :

Baca Juga

Rindu

Cerpen

Perihal Rindu
Poligami-iStock

Puisi

Polisi, Politik, Poligami

Puisi

Rato

Puisi

Pusar Laut
Woman

Puisi

Perempuan Langit, Purnama Maskawinku
Pergi

Puisi

Aku Pergi

Puisi

Air Jatuh

Puisi

Sajak Kerinduan