Home / Berita / Daerah / Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2020 - 20:03 WIB

Terminal Arya Wiraraja Sumenep Izinkan Penumpang Pergi ke Luar Kota Tanpa SIKM

Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A, Arya Wiraraja Sumenep, Handoko Imam Hanafi. (Foto Ulum/Surau.ID)

Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A, Arya Wiraraja Sumenep, Handoko Imam Hanafi. (Foto Ulum/Surau.ID)

Sumenep, Surau.ID – Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Madura, Jawa Timur memberikan izin pada penumpang bus ke luar kota dengan penerapan protokol kesehatan.

Pasalnya, Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) di Terminal Arya Wiraraja Sumenep sudah tidak diberlakukan lagi sejak tanggal 4 Juni 2020.

Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A, Arya Wiraraja Sumenep, Handoko Imam Hanafi mengatakan, pemberlakuan SIKM sebelumnya mengacu pada penetapan Covid-19 sebagai bencana non-alam.

Aturan yang dimaksud adalah Surat Edaran Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 5 tahun 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Peringati HUT PGRI Ke-75 Dan HGN 2020, K3S Bersama Pengurus PGRI Kecamatan Dungkek Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa

SE ini berlaku sampai tanggal 7 Juni 2020.

“Jadi tentu kita mengacu pada SE Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanggulangan Covid-19. Terakhir kemarin SE Nomor 5 tahun 2020. Di sana terkait pengaturan perjalanan itu berakhir tanggal 07 Juni 2020,” ungkapnya, Kamis (15/10/2020).

Karena PSBB kemarin berakhir pada tanggal 4 Juni 2020, lanjut Handoko, maka penggunaan SIKM untuk masuk Sumenep baru usai tiga hari setelahnya.

“Kami sudah tidak menerapkan SIKM sejak dikeluarkannya SE Nomor 5 tahun 2020. Namun, bagi para penumpang bus diterapkan protokol kesehatan sebelum berangkat maupun yang datang,” tuturnya.

Handoko menyampaikan, sejauh ini ada 40 bus yang beroperasi dengan tujuan antar provinsi. Sedangkan sisanya masih menunggu hingga pandemi berakhir.

Baca Juga :  Sehat Tidak Minum Kopi Sebelum Sarapan?

“Biasanya kalau tidak masa pandemi ada sekitar 90 bus yang beroperasi di terminal. Mungkin karena sepinya penumpang, maka ada sekitar 40 unit yang aktif di terminal,” ujar KSP Terminal Arya Wiraraja Sumenep itu.

Adapun nasib para sopir dan kenek yang busnya tidak beroperasi, Handoko mengaku tidak tahu apakah mereka mendapat bantuan atau tidak, karena bukan ranahnya.

“Akan tetapi, kami sudah pernah mengajukan (bantuan) saat masih awal pandemi kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.

Penulis: Ulum
Editor: Rafiqi

Share :

Baca Juga

Bunda PAUD Kabupaten Sumenep

Berita

Bunda Fitri Apresiasi Kegiatan Shalat Tasbih, Istighasah, dan Santunan Anak Yatim Gugus II PAUD Kota Sumenep
BPBD Sumenep

Berita

Penyaluran Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan di Sumenep Terkendala Armada
Apel Tiga Pilar

Berita

Wujudkan Situasi Kamtibmas Pilkada 2020, Polres Sumenep Gelar Apel Tiga Pilar Wilayah Jatim

Berita

Tingkatkan Mutu, SMA PGRI Gelar Rapat Kerja Bersama Kacabdin
Penyuluhan

Berita

250 Desa di Sumenep Ikuti Penyuluhan Peningkatan Kapasitas Pengembangan Unit Pengaduan
Santunan Anak Yatim

Berita

H. Sami’oeddin Santuni Anak Yatim, Begini Tujuan Anggota DPRD Sumenep Dapil V Itu
Proyek DD Desa Grujugan

Berita

Kejari Sumenep Masih Tertutup Soal Laporan Proyek DD Desa Grujugan
Dongeng Keliling

Berita

Besok, Dongeng Keliling Ke-16 Rumah Cerita OKARA di Yayasan Nurul Jadid