Home / Berita / Daerah / Hukum dan Kriminal

Rabu, 21 Oktober 2020 - 19:54 WIB

Terungkap, Ini Kronologi dan Motif Pembuangan Bayi Belakang Puskesmas Gapura

AD (25) pelaku pembuangan bayi di tembok belakang Puskesmas Gapura. (Foto Ulum/Surau.ID)

AD (25) pelaku pembuangan bayi di tembok belakang Puskesmas Gapura. (Foto Ulum/Surau.ID)

Sumenep, Surau.ID РPolres Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengungkap kronologi dan motif pembuangan bayi di bawah tembok pembatas belakang Puskesmas Gapura  lpada Jumat (18/09/2020) lalu.

Kapolres Sumenep, AKBP Darman menyampaikan, pembuangan bayi tersebut berawal dari AD (25) melakukan hubungan badan dengan YF (16) pada bulan Januari 2020, sehingga korban hamil.

“AD tidak mengetahui saat YF hamil, sehingga pada hari Jumat (18/09/2020) korban melahirkan tanpa dibantu dan sepengetahuan siapapun di kamarnya,” kata AKBP Darman dalam Konferensi Pers di Mapolres Sumenep, Rabu (21/10/2020) pagi.

Usai melahirkan, YF berteriak minta tolong memanggil nama AD yang membuat pelaku mendatangi korban di kamarnya. Setelah melihat YF sudah melahirkan seorang bayi, kemudian AD mengambil pisau untuk memotong tali pusar bayi tersebut.

Baca Juga :  Di Momen HGN 2020, Bupati Sumenep Berpesan Pada Segenap Guru Untuk Membentuk Karakter Anak

“Selanjutnya bayi tersebut di masukkan ke dalam kardus air mineral dengan dialasi kain sarung diselimuti baju batik warnah merah seragam SD dan dibuang tepat di bawah tembok pembatas Puskesmas Gapura di Desa Gapura Barat,” papar AKBP Darman.

Lebih lanjut, Kapolres Sumenep tersebut menjelaskan, yang menjadi motif pembuangan bayi berjenis kelamin laki-laki itu karena tersangka AD malu dan takut atas kelahiran bayi hasil hubungan dengan YF.

Baca Juga :  Jelang Pilkada 2020, Polres Sumenep Musnahkan Ribuan Botol Miras

“Selain masih di bawah umur dan belum punya suami, YF adalah saudari seibu daripada pelaku,” imbuh Darman.

Dalam kasus ini, pihak Polres Sumenep berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah kardus air mineral, 1 buah kain putih motif bunga warna hitam, baju seragam SD, sebuah pisau dengan sarungnya dan 1 unit motor matic warna putih kombinasi biru.

“Tersangka dikenakan Pasal 305 KUHP Pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun 6 bulan,” pungkas Darman.

Penulis: Ulum
Editor: Rafiqi

Share :

Baca Juga

Kasus Narkotika

Berita

Pemuda Sumenep Ini Diringkus Polisi tengah Pilah-pilih Narkoba

Berita

Achmad Fauzi Konsentrasi Menguatkan SDM Pendidikan, Sejahterakan Honorer dan Guru Ngaji
Bakal Paslon Fauzi-Eva

Berita

Pendukung Fauzi-Eva Antusias Sambut Kedatangan Paslonnya di KPU Sumenep
Gantung Diri

Berita

Diduga Depresi karena Perceraian Orang Tuanya, Pemuda Sumenep Ini Gantung Diri

Berita

Sumenep Berduka, Kiai Zamiel El Muttaqin Meninggal Dunia
Syekh Ali Jaber

Berita

Syekh Ali Jaber Wafat, Ustadz Yusuf Mansur Minta Masyarakat Laksanakan Salat Ghaib
Narkoba

Berita

Polres Sumenep Ungkap 10 Kasus Narkoba Selama Oktober 2020
Bantuan Jaring Pengaman Sosial

Berita

Bantuan JPS Ternyata Tidak Hangus, Warga Ganding Ini Merasa Dibodohi Oknum Petugas BPRS