JAKARTA (Surau.ID) — Keputusan Carlo Ancelotti mengubah pendekatan permainan pada babak kedua menjadi salah satu faktor yang membawa Timnas Brasil mengalahkan Jepang 2-1 pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Selasa, (30/6/2026), dini hari WIB.
Pelatih asal Italia itu mengaku telah meminta para pemainnya lebih memanfaatkan lebar lapangan untuk membongkar pertahanan rapat Jepang.
Sepanjang babak pertama, Brasil mengalami kesulitan mengembangkan permainan karena disiplin pertahanan Jepang. Tim Samurai Biru bahkan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Kaishu Sano, membuat Selecao memasuki turun minum dalam kondisi tertinggal.
Melihat situasi itu, Ancelotti melakukan penyesuaian strategi saat jeda pertandingan. Ia menginstruksikan para pemain untuk mengalirkan bola ke sisi lapangan sebelum melepaskan umpan silang ke area penalti.
Perubahan taktik mulai membuahkan hasil pada menit ke-56. Casemiro berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan setelah Brasil lebih sering membangun serangan dari kedua sisi lapangan.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri Brasil untuk terus menekan pertahanan Jepang. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil setelah Selecao mencetak gol kemenangan pada masa injury time dan memastikan langkah ke babak 16 besar.
Ancelotti mengatakan dirinya tetap percaya timnya mampu mencetak gol meski sempat kesulitan menghadapi organisasi permainan Jepang yang disiplin.
“Ini adalah penampilan paling komplet dari kami sejauh ini. Kami mengalami masalah di babak pertama karena Jepang bertahan dengan baik, rapat dan ketat,” kata Ancelotti, dikutip dari Reuters.
“Di babak kedua, kami mengatasinya. Kami mendapatkan sedikit celah dan mengirim umpan-umpan silang. Ini tentu sebuah perubahan taktik,” lanjutnya.
Pelatih berusia 67 tahun itu juga mengungkapkan pesan yang disampaikannya kepada para pemain saat turun minum.
“Saat turun minum, saya bilang ke para pemain untuk sabar, karena cepat atau lambat kita akan mencetak gol. Tapi jangan sampai kehilangan bentuk tim untuk memastikan tidak makin membahayakan pertandingan,” jelasnya.
Bagi Ancelotti, Jepang merupakan lawan yang sangat sulit dihadapi karena memiliki organisasi permainan yang rapi, mampu menciptakan peluang berbahaya, serta didukung kondisi fisik yang kuat. Ia pun menilai keberhasilan Brasil membalikkan keadaan menjadi modal positif untuk menghadapi pertandingan berikutnya di fase gugur Piala Dunia 2026.