PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pembangunan proyek strategis nasional Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) Tahap I, khususnya ruas Gending hingga Besuki, kini telah dinyatakan rampung sepenuhnya.
Kehadiran ruas tol baru ini diproyeksikan akan memangkas waktu tempuh secara signifikan serta menjadi solusi atas kemacetan parah yang selama ini sering terjadi di jalur pantura antara Probolinggo menuju Situbondo. Infrastruktur ini diharapkan menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi dan sektor pariwisata di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengonfirmasi bahwa Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km), Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km), dan Seksi 3 Paiton-Besuki (25,60 km) telah merampungkan 100 persen pekerjaan jalan utama. Ruas Seksi 1 dan Seksi 2 bahkan telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).
Dampak Ekonomi dan Konektivitas Wilayah
Jalan Tol Probowangi dirancang sebagai urat nadi utama bagi distribusi komoditas lokal di wilayah Tapal Kuda. Kehadiran jalan tol ini diyakini akan membuka akses pasar yang lebih luas, cepat, dan inklusif bagi sektor pertanian, perikanan, serta industri kreatif UMKM setempat yang sebelumnya terhambat oleh lamanya waktu tempuh logistik di jalan nasional.
Selain itu, aksesibilitas menuju destinasi pariwisata di ujung timur Pulau Jawa dipastikan akan semakin mudah bagi masyarakat. “Kehadiran tol ini akan membuka gerbang pasar yang jauh lebih luas bagi produk pertanian, sektor perikanan, hingga industri kreatif UMKM setempat,” ujar Rivan A. Purwantono.
Tahap Finalisasi Sebelum Operasi Penuh
Seluruh agenda konstruksi fisik telah diselesaikan sejak April 2026 dan kini tengah memasuki tahap finalisasi, yakni penyelesaian administrasi serta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
Proses ULFO ini sangat krusial untuk memastikan standar keselamatan pada setiap komponen struktural, mulai dari badan jalan, jembatan, sistem drainase, hingga kelengkapan marka jalan, telah terpenuhi sebelum resmi beroperasi penuh.
Sebagai catatan, ruas ini sebelumnya telah dibuka secara fungsional pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 (13-29 Maret 2026). Saat itu, ruas tol tersebut berhasil melayani 226.028 kendaraan, atau melampaui 12 persen dari proyeksi volume lalu lintas yang ditetapkan sebanyak 201.407 kendaraan, dengan catatan arus yang lancar dan aman.