Home / Berita / Daerah / Peristiwa

Jumat, 2 Oktober 2020 - 10:57 WIB

Undangan Pencairan Bantuan JPS Kadaluarsa, Warga Ganding Ini Merasa Dikibuli Aparat Desa

Undangan pencairan bantuan JPS yang diterima HN dari aparat Desa Ketawang Larangan, Ganding, Sumenep. (Foto IST/Surau.ID)

Undangan pencairan bantuan JPS yang diterima HN dari aparat Desa Ketawang Larangan, Ganding, Sumenep. (Foto IST/Surau.ID)

Sumenep, Surau.ID – Gara-gara undangan pencairan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari BPRS Bhakti Sumekar kadaluarsa, warga Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep ini merasa dikibuli aparat desa.

Hal ini seperti diungkakan HN, warga Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding, Semenep pada Rabu (30/09/2020) lalu.

Ia mengaku mendapat surat undangan berlogo Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Bank BPRS Bhakti Sumekar, yang diketahui sebagai undangan pengambilan bantuan JPS Provinsi Jatim untuk penanganan Covid-19.

“Sekitar 3 bulan yang lalu saya dikasih undangan ini oleh aparat desa. Kemudian aparat desa itu menyampaikan bahwa untuk pencairan bantuan nunggu informasi selanjutnya,” katanya sambil menunjukkan surat undangannya, Rabu (30/09/2020).

Namun saat ditunggu, oknum aparat desa terkait tidak kunjung memberikan informasi kapan pencairan bantuan JPS tersebut.

Karena tidak kunjung ada informasi yang jelas dari Pemerintah Desa. Akhirnya pada Rabu (30/09/2020) lalu, HN memberanikan diri pergi langsung ke BPRS Bhakti Sumekar sebagai Bank penyalur bantuan JPS.

Baca Juga :  Wujudkan Situasi Kamtibmas Pilkada 2020, Polres Sumenep Gelar Apel Tiga Pilar Wilayah Jatim

“Ternyata pihak BPRS mengatakan bahwa undangan yang saya sudah expired (kadaluarsa) dan bantuan itu tidak bisa dicairkan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Sebenarnya, HN juga merasa undangan itu jelas kadaluarsa karena di dalamnya tertera periodesasi bulan Mei, Juni dan Juli 2020.

“Tapi, untuk memastikan saya cek langsung ke Bank BPRS Bhakti Sumekar. Dan tenyata betul sudah expired dan undanganya tidak berlaku. Bahkan kata petugas dananya sudah hangus, karena sudah dikembalikan,” ujarnya.

Karena itu, HN menduga oknum perangkat desa terkait sengaja memberikan informasi sesat agar warganya tidak mengambil bantuan JPS dari Provinsi Jatim melalui Dinsos Sumenep yang disalurkan melalui Bank BPRS Bhakti Sumekar.

Baca Juga :  Banyak Anak-anak Tertarik, Dongeng Edukatif Berlanjut ke Jilid 2

“Saya sangat kecewa¬† bahkan merasa sangat malu ketika dibilang oleh petugas Bank BPRS kenapa baru sekarang mau diambil bantuannya, padahal sudah tanggal 31 Juli 2020 hari terakhir pencairan. Saya kan dikira tidak tahu baca, padahal saya kan mengikuti informasi dari aparat desa saya, yang ternyata informasi tidak jelas,” pungkasnya.

Sementara ketika satu dari sejumlah media melakukan klarifikasi via telepon ke Kepala Desa Ketawang Larangan, Zaini, disampaikan bahwa undangan bantuan JPS tersebut memang sudah dikasih sama istri penerima.

“Undanganya sudah diberikan kepada istrinya. Tapi kalau masalah informasi kapan pencairannya sudah dikasih tahu apa belum oleh aparat saya, tunggu dulu ya, saya hubungi perangkat saya,” ujar Zaini.

Penulis: Ulum
Editor: Rafiqi

Share :

Baca Juga

HMI IAIN Madura

Berita

HMI IAIN Madura Gelar Salat Ghaib dan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Sriwijaya Air SJ 128
Deklarasi Damai Pilkada Sumenep 2020

Berita

Deklarasi Damai Jelang Pilkada 2020, Polres Sumenep Lakukan Sejumlah Persiapan
Bazar Konfercab NU Sumenep

Berita

PCNU Sumenep Gelar Bazar untuk Membangun Kemandirian Ekonomi Jam’iyah dan Jama’ah
Hari Santri Nasional

Berita

Peringati Perjuangan Para Santri, Polres Sumenep Gelar Apel Hari Santri

Berita

Jokowi Pertimbangkan Keluarkan Perppu, Sejumlah Tokoh dan Praktisi Hukum Datangi Istana
Fattah Jasin-Mas Kiai

Berita

Dapat Nomor Urut 2, Fattah Jasin-Mas Kiai Sebut itu Lambang Kemenangan
Nelayan Hilang

Berita

Sempat Hilang, Nelayan asal Sumenep Ditemukan di Perairan Pamekasan
Kasus Narkoba

Berita

Seorang PNS Diringkus Polsek Raas atas Penyalahgunaan Narkoba