Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
23 Desember 2025 | 19:09 WIB
Daerah

Virus Influenza Meningkat Cepat, Satu Anak Meninggal dan 9.000 Orang Dirawat

Virus
Sumber: IHC Rumah Sakit Pusat Pertamina.

 

Probolinggo, Surau.ID — Kasus influenza di Amerika Serikat menunjukkan tren peningkatan signifikan, ditandai dengan laporan kematian pertama pada anak akibat flu pada musim ini. Lonjakan kasus tercatat terjadi di sejumlah negara bagian, memicu kekhawatiran akan potensi musim flu yang parah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan angka rawat inap akibat flu meningkat 14,3 persen secara nasional, atau sekitar 9.900 pasien. Data tersebut disampaikan CDC pada Jumat (19/12).

“Colorado, Louisiana, dan New York adalah [negara bagian] yang mengalami peningkatan influenza yang sangat cepat,” ujar pakar penyakit menular dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Dr. Andrew Pekosz, pada Selasa (23/12), seperti dikutip Fox 8.

Menurut Pekosz, lonjakan tersebut dipicu oleh penyebaran strain yang dikenal sebagai “flu super” atau subklade K di wilayah terdampak. Data CDC per 13 Desember juga menunjukkan tingkat aktivitas flu yang “sangat tinggi” di New Jersey, Rhode Island, dan Louisiana.

Selain itu, CDC mencatat penyebaran influenza yang tinggi di New Mexico, Idaho, Michigan, North Carolina, South Carolina, Georgia, Washington DC, Connecticut, Maryland, dan Massachusetts. Penilaian ini didasarkan pada proporsi kunjungan ke layanan kesehatan akibat penyakit mirip influenza.

Hasil uji laboratorium CDC menemukan sekitar 89,8 persen dari 216 virus influenza A yang dikumpulkan sejak 28 September positif subklade K. Strain influenza A ini diketahui menyebabkan kematian terbanyak pada kelompok lanjut usia dan tidak termasuk dalam formulasi vaksin flu tahun ini.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar kesehatan bahwa subklade K dapat memperburuk musim flu. Para ahli bahkan memperingatkan kemungkinan AS menghadapi musim flu parah untuk tahun kedua berturut-turut.

Sebagai perbandingan, musim flu tahun lalu tercatat sebagai yang terburuk dalam 15 tahun terakhir, dengan tingkat rawat inap tertinggi serta sedikitnya 280 kematian anak akibat influenza.

Subklade K sebelumnya juga dilaporkan memicu lonjakan awal kasus flu di Inggris, Kanada, dan Jepang, serta mendominasi musim flu buruk di Australia.

Sementara itu, CDC melaporkan cakupan vaksinasi flu musim ini masih terbatas. Sekitar 42 persen orang dewasa dan 41 persen anak-anak di AS tercatat telah menerima vaksin flu.

CDC kembali mengimbau masyarakat berusia enam bulan ke atas untuk mendapatkan vaksin flu tahunan. Para ahli kesehatan masyarakat menegaskan bahwa meskipun vaksin tidak selalu sepenuhnya mencegah gejala, imunisasi tetap efektif untuk menurunkan risiko penyakit berkembang menjadi kondisi yang parah.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id