BANYUANYAR (Surau.ID) – Yayasan Tarbiyatul Islam (YTI) Wali Songo Banyuanyar Tengah menggelar rapat rutin bulanan yang dirangkaikan dengan safari Ramadan, buka puasa bersama, serta pembagian bingkisan Lebaran kepada para guru, Senin (16/03/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MA Sunan Kalijaga mulai pukul 15.00 WIB atau selepas salat Ashar.
Agenda ini dihadiri pengurus yayasan, kepala unit pendidikan, serta para guru dari berbagai jenjang pendidikan yang berada di bawah naungan YTI Wali Songo. Selain menjadi forum koordinasi lembaga, kegiatan juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarpendidik di lingkungan yayasan.
Kepala MA Sunan Kalijaga, Hafidz, menekankan pentingnya kerja sama lintas lembaga pendidikan agar perkembangan yayasan berjalan seimbang. Menurut dia, setiap unit pendidikan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
“Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Seluruh tingkatan, mulai dari PAUD/RA, MTs, hingga MA/SMK yang berada di bawah naungan YTI Wali Songo, wajib bersinergi secara total. Kemajuan satu lembaga adalah marwah bagi lembaga lainnya. Jika kita solid dari akar hingga pucuk, maka kualitas pendidikan yang kita tawarkan kepada masyarakat akan semakin unggul,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rapat rutin sebenarnya menjadi agenda bulanan yayasan untuk menjaga koordinasi administratif sekaligus mempererat hubungan antarlembaga. Namun karena berlangsung pada bulan Ramadan, kegiatan tersebut juga disertai agenda berbagi kepada para guru.
Menurut Hafidz, bingkisan Lebaran yang diberikan kepada guru sekolah maupun Madrasah Diniyah merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda di wilayah Banyuanyar Tengah.
Ketua YTI Wali Songo, Kyai Ahmad Ubaidillah, menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh elemen yayasan dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Saya sangat mengapresiasi kekompakan ini. Semoga kedepannya seluruh elemen di yayasan ini terus dan selalu bersinergi. Hanya dengan gotong royong kita bisa membawa lembaga ini melampaui tantangan zaman,” paparnya.
Ia menambahkan, koordinasi yang solid antarunit pendidikan menjadi kunci untuk memperkuat kualitas lembaga. Dengan sinergi yang baik, yayasan diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi.
Melalui forum seperti ini, pihak yayasan berharap hubungan antarunit pendidikan semakin erat sehingga dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kualitas spiritual yang kuat.