JAKARTA (SURAU.ID) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah dengan sejumlah penyesuaian pola distribusi. Pemerintah menyiapkan empat skema penyaluran agar penerima manfaat tetap memperoleh asupan gizi tanpa mengganggu ibadah puasa.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan layanan MBG tidak dihentikan selama Ramadhan, tetapi mekanismenya dibedakan sesuai kelompok penerima. Kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap memperoleh layanan tanpa perubahan waktu konsumsi.
“Untuk Ramadhan, makan bergizi akan tetap berlanjut. Jadi, ada empat mekanisme yang akan dikembangkan,” jelas Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, dikutip dari detikNews, Selasa (10/2/2026). Ia menegaskan penyaluran bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berlangsung normal. “Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, juga normal,” ujarnya.
1. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Berpuasa
Makanan tetap disalurkan ke sekolah, namun dalam bentuk menu tahan lama yang bisa dibawa pulang untuk berbuka, seperti kurma, telur rebus, telur asin, abon, telur pindang, buah, susu, serta penganan lokal khas Ramadhan. Penyediaan menu juga melibatkan pelaku UMKM.
2. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Tidak Berpuasa
Layanan MBG berjalan normal tanpa perubahan mekanisme maupun menu yang diberikan kepada siswa.
3. Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Distribusi makanan segar tetap berlangsung seperti hari biasa sepanjang Ramadhan tanpa penyesuaian waktu konsumsi.
4. Lingkungan Pesantren
Jadwal konsumsi digeser ke waktu berbuka puasa karena penerima manfaat dan dapur layanan gizi berada dalam satu kawasan. Proses memasak tetap dilakukan pada siang hari, dan skema ini akan dicontohkan melalui kegiatan buka puasa bersama di salah satu pesantren di Bandung. Ada pula opsi disalurkan saat sahur.
