PROBOLINGGO (Surau.ID) – Mahasiswa KKN 161 UIN Sunan Ampel Surabaya bersama warga Desa Bucor Kulon, Probolinggo, berhasil merakit insinerator ramah lingkungan dari material paving di area persawahan Dusun Accem, pada hari Rabu, 08 Juli 2026.
Inovasi ini lahir sebagai solusi konkret atas tumpukan limbah rumah tangga yang selama ini menjadi persoalan di wilayah tersebut. Pemanfaatan paving block sebagai struktur utama menjadikan alat ini ekonomis dan kokoh.
Teknologi insinerator ini mampu menyusutkan volume sampah hingga 90 persen, sekaligus meminimalisir dampak polusi udara melalui sistem filter ganda. Selain itu, panas hasil pembakaran potensial diolah kembali menjadi energi listrik.
Teknologi Pengolahan Limbah Dua Tahapan
Proses pengolahan sampah dimulai dengan penyortiran ketat untuk memastikan material berbahaya tidak terbakar. Struktur paving yang tahan panas menyelimuti ruang bakar pertama bersuhu 800°C, sementara gas sisa dibakar ulang di ruang kedua yang mencapai 1000°C.
Sistem filtrasi canggih dengan teknologi wet scrubber dipasang di ujung cerobong untuk memastikan gas berbahaya seperti dioksin hancur sebelum dilepas ke udara persawahan. Ini menjadi langkah preventif penting agar ekosistem pertanian tetap terjaga dari paparan asap.
Harapan Baru Pengelolaan Sampah Mandiri
Penerapan teknologi tepat guna ini menjadi tonggak penting kemandirian masyarakat. Lokasi di area persawahan dipilih agar operasional tidak mengganggu kenyamanan warga, namun tetap mudah dijangkau untuk pengumpulan limbah dari Dusun Accem.
“Kehadiran insinerator dari bahan sederhana seperti paving ini membuktikan bahwa keterbatasan material bukan halangan. Ini tentang mengubah pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan inovatif,” ujar Faizah, Anggota KKN 161 UINSA.
Sinergi antara akademisi dan warga desa ini menjadi refleksi nyata bahwa pendidikan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan proyek di Desa Bucor Kulon ini diharapkan memicu kesadaran kolektif mengenai pentingnya teknologi ramah lingkungan di tingkat pedesaan.