PROBOLINGGO (Surau.ID) – Tiga mahasiswa Pascasarjana Universitas Nurul Jadid (UNUJA) berhasil lolos sebagai pemakalah dalam International Conference on Intelligent Information Systems and Computing Conference (IISCC’26) di Dubai, pada 14–16 September 2026 mendatang.
Prestasi ini merupakan capaian membanggakan bagi UNUJA dalam memperkuat kiprah akademik di kancah global. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Dinda Febrianti Putri, Febriyanti Ghayatul Qushwa, dan Izzatul Munawwaroh.
Keberhasilan mereka tidak lepas dari program pembinaan intensif yang diselenggarakan oleh LP3M UNUJA. Melalui pelatihan dan klinik artikel, para mahasiswa mendapatkan pendampingan khusus hingga mampu menembus forum ilmiah prestisius tingkat internasional tersebut.
Inovasi Riset Berkelas Dunia
Para mahasiswa tersebut mengangkat isu-isu krusial masa kini dalam artikel ilmiah mereka. Dinda membahas tata kelola AI berbasis kemanusiaan, Febriyanti meneliti transisi energi hijau, sementara Izzatul mengulas pengaruh gim daring terhadap norma gender anak.
Fokus riset ini menunjukkan respons mahasiswa terhadap tantangan zaman. Dengan pendekatan metodologis yang ketat, karya-karya ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus solusi bagi permasalahan global yang kompleks.
Sinergi Akademik dan Budaya Riset
Langkah ini menjadi bukti keberhasilan ekosistem akademik yang dibangun UNUJA. LP3M berkomitmen untuk terus memprioritaskan kualitas riset sebagai strategi utama dalam memperkuat reputasi universitas baik di tingkat nasional maupun di panggung global.
“Prestasi ini merupakan hasil sinergi sivitas akademika dalam membangun budaya riset yang unggul. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang memberi kontribusi bagi masyarakat,” ujar Kepala LP3M UNUJA, Fathor Rozi, M.Pd., pada Selasa (14/7/2026).
Capaian ini bukan sekadar angka atau penghargaan semata, melainkan refleksi dari semangat pembelajar yang tak henti berinovasi. Semoga keberhasilan mereka menjadi mercusuar bagi mahasiswa lain, bahwa dengan pendampingan yang tepat dan dedikasi yang tinggi, mimpi untuk membawa karya Indonesia ke forum dunia bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.