JAKARTA (Surau.ID) – Presiden Prabowo Subianto mempercepat pembentukan Indonesia International Financial Center guna memperkuat iklim investasi di tengah ketatnya persaingan global, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.
Langkah strategis tersebut dinilai penting karena potensi besar kekayaan alam dan populasi Indonesia belum secara otomatis mampu menjadi magnet utama bagi para investor internasional.
Keberhasilan pusat keuangan internasional ini sangat bergantung pada kualitas tata kelola serta jaminan kepastian hukum, regulasi yang transparan, dan stabilitas keamanan yang konsisten.
Tata Kelola dan Kepastian Hukum
Investor global senantiasa memperhitungkan risiko regulasi dan konsistensi kebijakan sebelum memindahkan modal besar ke suatu kawasan ekonomi baru yang sedang berkembang.
Perubahan lanskap ekonomi dunia pascapandemi serta konflik geopolitik mendorong perusahaan internasional untuk melakukan diversifikasi lokasi agar tidak bergantung pada satu kawasan saja.
Peluang Strategis dan Transisi Wilayah
Bali dinilai memiliki posisi strategis sebagai lokasi utama pusat keuangan internasional karena konektivitas globalnya yang kuat, sementara Jakarta menjadi langkah transisi yang realistis.
“Jakarta sudah memiliki ekosistem perbankan, pasar modal, regulator, dan jaringan lembaga keuangan. Sementara Bali dapat dipersiapkan menjadi kawasan keuangan internasional dengan karakter global dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Amir Hamzah, Pengamat Intelijen dan Geopolitik.
Melalui momentum redistribusi investasi global saat ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pusat keuangan alternatif yang stabil dan kompetitif di panggung internasional.