MALANG (Surau.ID) – Mahasiswa Universitas Brawijaya melalui program MMD kelompok 15 sukses menggelar edukasi serta praktik langsung sistem akuaponik di SDI Assalam, Kabupaten Malang, pada Senin, 20 Juli 2026.
Kegiatan inovatif yang diinisiasi oleh Ivanna Rosdiana dan Annisa Maulidya Harsaputri ini bertujuan mendukung peningkatan ketahanan pangan sejak dini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan tanpa kelaparan.
Sistem akuaponik tersebut memadukan budidaya ikan lele dan penanaman kangkung menggunakan media rockwool serta wadah galon bekas sebagai wujud pemanfaatan teknologi tepat guna dan prinsip daur ulang.
Pemilihan ikan lele dan kangkung disesuaikan dengan potensi lokal Desa Rejoyoso, memberikan pengalaman belajar baru yang praktis bagi para siswa di lingkungan sekolah.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi karena sebagian besar siswa baru pertama kali mengenal sistem budidaya ramah lingkungan yang efisien untuk diterapkan di lahan sempit.
Hasil monitoring menunjukkan pertumbuhan lele dan kangkung yang sangat baik, memberikan manfaat jangka panjang sebagai media pembelajaran kreatif yang bernilai ekonomis.
“Anak-anak sangat termotivasi dengan kegiatan yang dilaksanakan hingga memiliki niatan untuk membudidayakan di rumahnya masing-masing,” ujar Bu Zahra selaku Guru SDI Assalam.
Program kerja kolaboratif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan serta menginspirasi kemandirian pangan masyarakat sejak usia sekolah secara berkelanjutan.