PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pertanyaan reflektif mengenai prestasi dan semangat guru dilontarkan oleh Wakil Kepala Pesantren III, Ny. Hj. Nur Diana Kholidah, Sq, M.Pd (Ning Din), dalam Halaqoh Transformasi Pendidikan bertajuk “Berbenah, Bertumbuh dan Berprestasi Bersama”.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Kamis–Jumat, 13–14 Agustus 2026 ini dihadiri oleh 63 guru SMA Nurul Jadid yang terdiri dari 41 guru laki-laki dan 22 guru perempuan, mencakup kepala sekolah, unsur pimpinan struktural, hingga tenaga pendidik.
Forum ini turut dihadiri oleh Kepala dan Wakil Kepala Biro Pendidikan, serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Probolinggo beserta jajaran staf.
Mengalihkan Fokus Evaluasi kepada Guru
Selama ini, ukuran keberhasilan pendidikan hampir selalu berfokus pada siswa melalui rapor, nilai ujian, serta kelulusan ke perguruan tinggi ternama.
Namun, melalui sambutannya di Aula 1 Pesantren pada Kamis (13/8/2026) pagi, Ning Din mengajak para peserta untuk mengevaluasi diri dan melihat pencapaian dari sudut pandang para pendidik.
Transformasi pendidikan tidak harus dimulai dari langkah besar, melainkan dapat dibangun secara konsisten melalui hal-hal kecil di kelas maupun lingkungan pesantren.
Tindak Lanjut dan Kontrak Belajar Bersama
Semangat refleksi tersebut diterjemahkan ke dalam langkah konkret berupa penyusunan kontrak belajar antarpeserta serta permainan kelompok bertema human stack untuk memperkuat kolaborasi.
Sesi hari kedua yang dipandu oleh Dr. Nailatin Fauziyah, M.Si, M.Psi, Psikolog, di Ruang Rapat Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menekankan pentingnya “kebermaknaan kegiatan”.
Melalui kegiatan dua hari ini, para guru SMA Nurul Jadid diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut bukan sekadar lewat kata-kata, melainkan melalui semangat dan prestasi nyata dalam mendidik sehari-hari.