PASURUAN (Surau.ID) – PT HM Sampoerna Tbk Sukorejo Plant menggelar Stakeholders Forum and Sharing Session AWS 2026 di Kaliandra Eco Resort, Prigen, pada Agustus 2026, guna menginisiasi kolaborasi berkelanjutan untuk menjaga ketahanan sumber daya air DAS Kedunglarangan.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis mempertemukan pemerintah, akademisi, praktisi konservasi, dan dunia usaha untuk berdialog mengenai tantangan air di kawasan hulu hingga hilir DAS Kedunglarangan secara komprehensif.
Fokus utamanya mencakup upaya konservasi melalui program Hutan Asuh di kawasan hulu serta peningkatan sanitasi aman di wilayah hilir, seperti Desa Ngadimulyo, demi menjaga kesehatan masyarakat dan kelangsungan ekosistem jangka panjang.
Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Air
Forum ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung standar Alliance for Water Stewardship Global untuk mengamankan kualitas maupun kuantitas air permukaan dan tanah.
Diskusi lintas sektor ini membedah permasalahan mendasar melalui perspektif akademisi dari ITS, pemerintah daerah, praktisi konservasi masyarakat, serta peran aktif dunia usaha dalam menjaga ekosistem.
Data dan praktik terbaik yang dibagikan dalam sesi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi program serupa di masa depan serta memperkuat implementasi rencana aksi tindak lanjut.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Langkah ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama yang kuat dalam pengelolaan DAS Kedunglarangan sebagai fondasi vital kehidupan masyarakat Pasuruan. “Dengan melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, kami ingin memastikan bahwa DAS Kedunglarangan tetap terjaga sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Pasuruan,” ujar I Made Mahendra Wijaya, Director Manufacturing PT HM Sampoerna Tbk Sukorejo Plant.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menegaskan bahwa ketahanan air adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi konkret antara pemerintah, sektor swasta, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Melalui forum ini, upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air tidak lagi menjadi beban parsial, melainkan visi bersama untuk melindungi warisan alam bagi generasi mendatang, memastikan aliran DAS Kedunglarangan tetap lestari sebagai denyut nadi pembangunan daerah yang selaras dengan pelestarian lingkungan hidup dan kesejahteraan sosial.