SEMARANG (Surau.ID) – Gelaran wisuda UIN Walisongo Semarang di Auditorium Kampus 3 pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, menyisakan kisah inspiratif yang sangat menyejukkan hati dari seorang mahasiswi berprestasi tinggi.
Ummi Kultsum Sakinah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) asal Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai peraih Skripsi Terbaik.
Gadis yang akrab disapa Sakinah ini awalnya sempat mengira bahwa pengumuman penghargaan yang diterimanya melalui pesan grup merupakan sebuah modus penipuan atau kabar bohong belaka karena ia sama sekali tidak pernah menargetkan predikat tersebut sejak awal perkuliahan.
Mengupas Academic Burnout dan Unity of Sciences
Skripsi karya Sakinah mengangkat judul mengenai hubungan koping religius dengan kelelahan akademik atau academic burnout pada mahasiswa kelas internasional program studi PAI.
Dalam penelitian tersebut, ia sukses menerapkan visi Unity of Sciences UIN Walisongo dengan menghubungkan aspek keagamaan serta kondisi psikologis mahasiswa secara komprehensif dan mendalam.
Temuannya menunjukkan bahwa secara kuantitatif sebagian besar mahasiswa berada pada tingkat kelelahan yang rendah, namun data kualitatif mengungkap perjuangan mental yang kompleks.
Berdamai dengan Proses Perkuliahan
Meskipun harus lulus pada semester 10 dan melewati berbagai fase revisi yang cukup melelahkan, Sakinah memilih untuk tetap menjaga kesejahteraan psikologis serta berdamai dengan ritme belajarnya sendiri.
Ia berpesan kepada seluruh rekan mahasiswa agar tidak pernah membandingkan proses pencapaian diri sendiri dengan orang lain karena setiap individu memiliki kapasitas serta waktu berkembang yang berbeda.
“Setiap orang memiliki minat, kemampuan, dan ritme perkembangan yang berbeda,” ujar Ummi Kultsum Sakinah penuh makna.