SEMARANG (Surau.ID) – Tim mahasiswa lintas program studi UIN Walisongo Semarang sukses meraih Gold Medal sekaligus penghargaan tertinggi Grand Prize pada ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2026 di Bandung, pada 7–10 Juli 2026.
Prestasi bergengsi ini diraih berkat inovasi aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bertajuk “Cacha: Transforming Menstrual Fiqh, an Intelligent Muslimah Assistant”. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu muslimah memahami fikih menstruasi secara lebih mudah, akurat, personal, dan tetap sesuai dengan kaidah syariat Islam.
Keberhasilan ini merupakan buah kolaborasi multidisiplin yang memadukan teknologi informasi, astronomi Islam, serta kajian fikih. Tim pengembang terdiri atas Faidlul Kamaliah, Marwan Aldi Pratama, Zahwa Kamila, Salsabila Saja Azizah, dan Arifin Fatturrohman.
Inovasi Berbasis Integrasi Sains dan Islam
Aplikasi Cacha membuktikan bahwa inovasi digital mahasiswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan praktis masyarakat muslim melalui pendekatan ilmiah yang humanis. Pengembangan ini menjadi manifestasi nyata dari integrasi ilmu pengetahuan dan agama yang menjadi karakteristik UIN Walisongo.
Inovasi yang menggabungkan kecanggihan AI dengan nilai-nilai keislaman ini berhasil menonjol di antara berbagai riset peserta internasional lainnya dalam ajang yang diinisiasi oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) tersebut.
Dorongan untuk Kompetensi Global
Pihak universitas menyambut baik capaian ini sebagai bukti bahwa mahasiswa UIN Walisongo mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di forum inovasi global. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan riset yang berdampak luas.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kita tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan umat dan perkembangan teknologi global,” ujar Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang.
Capaian Gold Medal dan Grand Prize ini semakin memperkuat komitmen fakultas dalam mendorong internasionalisasi serta budaya riset. Diharapkan, inovasi berbasis teknologi ini menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak kontribusi nyata mahasiswa bagi kemajuan peradaban di masa depan.