JOMBANG (Surau.ID) – KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akan kembali memperkuat kiprah internasional usai purna tugas dari posisi Ketua Umum PBNU, Senin (31/8/2026).
Mantan Ketum PBNU periode 2021–2026 tersebut mengarahkan fokusnya pada penguatan dialog lintas agama serta pengembangan gerakan kemanusiaan Humanitarian Islam di panggung dunia.
Langkah ini menegaskan komitmen keberlanjutan dakwah Islam kemanusiaan yang inklusif demi mewujudkan perdamaian dan peradaban global yang harmonis.
Penguatan Jejaring Lembaga Internasional R20 dan Bayt ar-Rahmah
Gus Yahya menggerakkan agenda global melalui Center for Shared Civilizational Values (CSCV) dan yayasan Bayt ar-Rahmah yang berbasis di Amerika Serikat.
CSCV berperan sebagai sekretariat permanen forum Religion of Twenty (R20) guna mempertemukan para pemimpin agama dunia untuk mencari nilai-nilai bersama kehidupan antarperadaban.
Agenda Kunjungan Luar Negeri dan Kolaborasi Filantropi
Mantan Pengasuh PBNU ini dijadwalkan bertolak ke Amerika Serikat pada Desember mendatang untuk melakukan serangkaian dialog lintas tokoh agama dunia.
“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” ujar KH Yahya Cholil Staquf, Tokoh Humanitarian Islam.
Di tingkat lokal, kolaborasi bersama lembaga filantropi YANMU terus dilanjutkan untuk memastikan program sosial kemanusiaan tetap menjangkau dan memberi manfaat bagi umat.