PALANGKARAYA (Surau.ID) – Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan bersama BEM SI Kerakyatan Kalimantan Tengah melayangkan kekecewaan mendalam atas absennya Pemprov Kalteng saat unjuk rasa di Palangkaraya, Senin (31/8/2026).
Massa aksi meluapkan rasa kecewa lantaran tidak ada satu pun perwakilan pemerintah provinsi yang menemui mereka hingga aliansi membubarkan diri.
Pengabaian aspirasi ini memicu ancaman gelombang protes lanjutan dengan pengerahan massa yang jauh lebih besar pada momentum mendatang.
Kekecewaan Perwakilan Mahasiswa Daerah
Perwakilan mahasiswa bahkan sengaja datang jauh dari Barito Selatan menuju ibu kota provinsi demi menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung.
Sikap tertutup dari pihak pemerintah daerah dinilai mencederai semangat demokrasi serta transparansi dalam merespons tuntutan rakyat.
Para demonstran menganggap ketidakhadiran pejabat publik sebagai bentuk pengabaian terhadap suara kritis masyarakat Kalimantan Tengah.
Ultimatum Mobilisasi Massa Berkelanjutan
Konsolidasi di tingkat akar rumput kini terus dimatangkan untuk menyiapkan aksi unjuk rasa balasan yang lebih masif.
“Jadi, ultimatum kami ke depannya, kami akan membawa massa aksi yang lebih banyak daripada hari ini,” tegas Sugi, Koordinator Wilayah BEM SI Kerakyatan Kalteng.
Langkah ini diambil demi memastikan pemerintah mau membuka ruang dialog transparan dan merealisasikan seluruh tuntutan warga secara konkrit.
Sikap saling mendengar antara pemerintah dan mahasiswa merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas serta kemajuan daerah.