JOMBANG (Surau.ID) – Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Papua Tengah memperkenalkan tas tradisional noken saat menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Jombang pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Penggunaan tas khas rajutan serat kayu ini bertujuan menampilkan identitas serta keunikan budaya Papua Tengah di hadapan ribuan peserta Muktamar dari seluruh penjuru Nusantara.
Noken sendiri merupakan warisan budaya takbenda UNESCO sejak 2012 yang sarat filosofi, melambangkan rahim ibu, tanda kasih sayang, hingga simbol perdamaian.
Proses Manual dan Nilai Adat
Tas tradisional ini dibuat secara manual oleh Mama-Mama Papua melalui proses panjang, mulai dari pengambilan serat kulit pohon genemo di hutan, pengeringan, pemilinan benang, hingga pewarnaan alami.
Pengenalan budaya ini diharapkan mampu mempererat persaudaraan antardaerah sekaligus menegaskan kekayaan identitas kebudayaan bangsa di tengah perhelatan akbar keagamaan skala nasional.
Komitmen Pelestarian Budaya Nusantara
Kehadiran noken di panggung Muktamar menjadi wujud nyata komitmen Nahdliyin Papua dalam merawat tradisi lokal.
“Kami ingin menunjukkan ciri khas ini kepada Muktamirin yang hadir. Kita ingin tampil beda,” ujar Sholikah, Ketua PW Fatayat NU Papua Tengah.
Langkah ini membuktikan bahwa semangat keagamaan dan kebangsaan sanggup berjalan beriringan dalam menjaga kelestarian kearifan lokal Nusantara agar terus dikenal secara luas.