TASIKMALAYA (Surau.ID) – Mahasiswi Ilmu Hukum UIN SGD Bandung Distya Rahma Fauziah memperjuangkan advokasi kesetaraan pendidikan perempuan dan pencegahan bahaya napza di Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (31/8/2026).
Langkah advokasi tersebut difokuskan pada penguatan empat pilar utama, yaitu pendidikan perempuan, bahaya napza, pengembangan soft skill, serta promosi potensi budaya daerah.
Putri daerah asal Cigalontang ini meyakini bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi kemajuan perempuan dalam menciptakan perubahan sosial yang berdampak nyata.
Langkah dan Tantangan
Disty memanfaatkan jejaring paguyuban perempuan serta media sosial untuk menyebarkan gagasannya secara berkelanjutan di tengah pergeseran pola pikir digital masyarakat.
Perjuangan ini memerlukan dukungan kolektif serta kepekaan sosial dari seluruh lapisan masyarakat agar kesadaran akan isu hukum, HAM, dan budaya semakin meningkat.
Prestasi dan Peran
Berbagai prestasi akademik serta pengalaman organisasi di kampus dan ajang kecantikan regional menjadi modal utama baginya untuk terus memperluas jangkauan manfaat advokasi.
Sinergi antara disiplin ilmu hukum, kepemimpinan organisasi, dan dukungan keluarga memperkuat konsistensi langkahnya dalam mengabdi kepada masyarakat luas.
“Mari kita tingkatkan kesadaran terkait segala bentuk isu yang ada, karena perubahan sekecil apa pun jika dilakukan bersama dan konsisten akan berdampak besar di kemudian hari,” ujar Distya Rahma Fauziah, Mahasiswi UIN SGD Bandung.
Kepedulian generasi muda terhadap isu sosial adalah kunci utama untuk membimbing masyarakat menuju masa depan yang lebih berkeadilan.