BANDUNG (Surau.ID) – Mahasiswi keperawatan Madu Deas Tri W aktif memajukan literasi kesehatan masyarakat melalui advokasi pendidikan serta pengabdian sosial pada Senin (31/8/2026).
Sosok muda berusia 21 tahun dari Universitas Jenderal Achmad Yani ini menjembatani ilmu akademik dengan kebutuhan edukasi masyarakat secara langsung.
Langkah ini memperkuat kompetensi komunikasi keperawatan sekaligus mendorong peran aktif mahasiswa dalam menjawab tantangan kesehatan publik di era digital saat ini.
Prestasi Internasional dan Peran Duta
Madu berhasil meraih penghargaan The Winner International Student Health Innovation and Education Competition 2025 hingga dipercaya menjadi Duta Prodi Keperawatan.
Pencapaian tersebut mengantarkannya aktif mewakili kampus serta menggerakkan sesama calon perawat untuk menyebarkan pola hidup sehat secara inklusif kepada masyarakat luas.
Tantangan Digital dan Harapan Masa Depan
Edukasi kesehatan digital menghadapi tantangan maraknya disinformasi, sehingga mahasiswa dituntut konsisten menyajikan informasi terpercaya yang mudah dipahami.
“Sebagai Duta Prodi, fokus utama gagasan yang saya bawa berpusat pada advokasi bidang kesehatan dan pendidikan,” ujar Duta Prodi Keperawatan Madu Deas Tri W.
Keberhasilan ini diharapkan menginspirasi generasi muda untuk berani berprestasi serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.