TANGERANG (Surau.ID) – Sebanyak 35.000 penumpang terdampak akibat penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).
Penutupan operasional penerbangan dilakukan untuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik. Langkah tegas ini memicu pembatalan ratusan jadwal penerbangan dari dan menuju bandara terbesar di Indonesia tersebut.
Dampak letusan gunung berapi tersebut memaksa otoritas memperpanjang masa penutupan guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh armada penerbangan.
Ratusan Penerbangan Batal Beroperasi
Penutupan ini berdampak langsung pada 301 penerbangan, mencakup 233 rute domestik, 58 rute internasional, dan 10 penerbangan kargo. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring evaluasi kondisi udara.
Guna melayani calon penumpang, pengelola bandara menyiagakan loket khusus di setiap terminal untuk memproses pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang (reschedule) penerbangan.
Inspeksi Ketat Keamanan Penerbangan
Petugas terus melakukan pemantauan dan tindakan pencegahan di area sisi udara, termasuk perlindungan pada turbin mesin pesawat dari paparan partikel abu vulkanik.
“Kami pastikan pemeriksaan keamanan dan keselamatan dilakukan secara menyeluruh sebelum operasional bandara dibuka kembali,” ujar Branch Communication & Legal Bandara Soetta, Fahmi Harahap.
Ketegangan akibat bencana alam ini menjadi pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan jiwa di atas seluruh aktivitas transportasi publik.