LUMAJANG (Surau.ID) – Keberanian memanfaatkan peluang usaha membawa Wardatul Jannah (24), santri alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid asal Lumajang, meraih kesuksesan lewat bisnis baju preloved beromzet jutaan rupiah, Rabu (9/9/2026).
Usaha yang berawal dari keisengan memilah pakaian pribadi di lemari pada 2022 ini berkembang menjadi bisnis menjanjikan. Pemanfaatan marketplace dan fitur live selling menjadi kunci utama keberhasilannya dalam meraup keuntungan.
Langkah ini diambil untuk membantu perekonomian keluarga sekaligus melatih kemandirian finansial tanpa bergantung pada orang tua.
Strategi War Bal Pakaian dan Pemilahan Ketat
Melihat tingginya minat pasar, alumni pesantren tersebut memutar modal hingga Rp10 juta untuk membeli bal pakaian bekas secara daring. Setiap bal berisi sekitar 600 potong pakaian yang harus dipilah secara teliti.
Proses pemilahan dilakukan secara mandiri untuk memastikan kualitas barang. Sekitar 150 potong pakaian yang rusak atau berlubang langsung dipisahkan agar tidak merugikan konsumen.
Kemandirian Usaha dan Potensi Live Selling
Seluruh alur operasional bisnis, mulai dari sortir, pemasaran via live stream, hingga pengemasan barang, dijalani sendiri oleh Wardatul. Kemampuan komunikasi yang responsif menjadi modal penting saat berinteraksi dengan pembeli.
Melalui sesi live selling berdurasi dua jam, usaha ini mampu mengantongi omzet hingga Rp1 juta per sesi penjualan.
Inovasi dan ketekunan ini membuktikan bahwa latar belakang santri mampu beradaptasi cepat dengan teknologi digital untuk membangun ekosistem ekonomi mandiri.