PROBOLINGGO (Surau.ID) – Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah XVIII di Bromo untuk memperkuat transformasi ekosistem pariwisata daerah, Jumat (18/9/2026).
Agenda yang dihadiri perwakilan 32 pengurus cabang se-Jawa Timur ini berfokus pada strategi peningkatan okupansi hotel dan restoran. Target rata-rata keterisian kamar dibidik mencapai 60 persen hingga akhir tahun.
Pemerintah daerah mengapresiasi sinergi ini sebagai langkah strategis membangkitkan kembali sektor pariwisata pascabencana alam. Langkah nyata terus disiapkan guna menghadapi tantangan teknologi serta perubahan perilaku konsumen.
Empat Program Strategis Industri Horeka
Rakerda XVIII PHRI Jawa Timur menyepakati empat fokus utama pengembangan industri. Program meliputi bimbingan teknis anggota, pengembangan platform pasar digital internal, pendampingan perizinan usaha, hingga sertifikasi kelayakan bintang hotel.
Penguatan platform digital disiapkan untuk memperluas jangkauan promosi layanan hotel dan restoran. Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan serta kearifan lokal tetap menjadi perhatian utama dalam pengembangan pariwisata daerah.
Perluasan Jaringan dan Akses Wisata
Pengurus daerah mendorong perluasan keanggotaan guna memperkuat jaringan promosi serta pelatihan gratis bagi para pelaku usaha. Penguatan silaturahmi berkala antarangota terus diselenggarakan untuk mengevaluasi perkembangan pariwisata secara bertahap.
“PHRI wajib menjaga keberlanjutan pariwisata, bukan hanya berbicara kuantitas tetapi juga kualitas yang selaras dengan pertanggungjawaban terhadap alam,” ujar Dwi Cahyono, Ketua BPD PHRI Jawa Timur.
Transformasi ekosistem yang terintegrasi menjadi tumpuan utama dalam membangkitkan gairah pariwisata serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat Jawa Timur.