YOGYAKARTA (Surau.ID) – Suci Nurfadhila menginisiasi gerakan advokasi Pause, Feel, Respond guna menyediakan ruang aman serta menekan stigma isu psikologis bagi kalangan generasi muda pada Selasa (22/9/2026).
Langkah edukatif ini dihadirkan untuk membantu anak muda mengelola emosi dan beban mental tanpa merasa takut dihakimi oleh iklim sosial di sekitarnya.
Aksi sosial yang digagas mahasiswi sekaligus Top 10 Putri Hijabfluencer DIY 2026 ini berfokus pada penyediaan wadah edukasi interaktif serta akses bantuan awal kesehatan jiwa.
Pengembangan Program Ruang Pulih
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui program Ruang Pulih yang membimbing peserta mengenali gejala stres, tekanan akademik, serta beban interaksi di media sosial secara mandiri.
Pendekatan edukatif terstruktur ini diawali dengan sesi berbagi cerita secara daring melalui media sosial sebelum nantinya dikembangkan menjadi kegiatan tatap muka di lingkungan kampus.
Tantangan Stigma dan Harapan
Meski menghadapi tantangan berupa pandangan skeptis masyarakat serta batasan privasi, gerakan ini terus berupaya memperluas ruang aman bagi mereka yang membutuhkan tempat bersuara.
“Tidak apa-apa untuk berhenti sejenak dan merasa lelah. Menjaga kesejahteraan jiwa bukanlah cerminan dari kelemahan,” ujar Suci Nurfadhila, Inisiator Gerakan.
Keberlanjutan aksi advokasi ini diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian krusial dari kualitas hidup yang harus dijaga bersama.