Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 September 2026 | 19:08 WIB
Nasional

BRIN Kembangkan VR, dari Simulasi Bencana hingga Latihan Tai Chi untuk Lansia

lansia latihan Tai Chi
Gambaran lansia Latihan Tai Chi. {Foto: stanford}

 

BANDUNG (Surau.ID) — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) untuk memperluas penggunaan media interaktif, mulai dari simulasi kondisi berisiko hingga mendukung aktivitas kesehatan bagi masyarakat lanjut usia.

Pengembangan teknologi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam webinar DESAIN (Dialog Eksplorasi SAins Data dan INformasi) yang digelar Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN pada Rabu (23/9). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai Media Imersif dan Interaktif.”

Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN Esa Prakarsa mengatakan, teknologi VR memiliki kemampuan menghadirkan simulasi untuk situasi yang sulit dilakukan secara langsung karena terkendala ruang, waktu, biaya, maupun faktor keselamatan.

“Misal dapat dimanfaatkan untuk simulasi evakuasi saat terjadi bencana tsunami, gempa bumi, kebakaran, huru-hara, dan sebagainya. Simulasi perjalanan melihat sejarah peradaban Indonesia di masa lampau. Simulasi melakukan perjalanan ke antariksa, hutan ekstrem, maupun laut dalam,” terang Esa.

Menurut Esa, karakter VR yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan sistem secara lebih imersif juga membuat teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Pengguna dapat berinteraksi dengan manusia lain maupun sistem berbasis mesin tanpa terpaku pada batasan ruang dan waktu.

Tingginya keterlibatan pengguna (engagement) dalam teknologi VR, lanjut Esa, membuka peluang pemanfaatan untuk kegiatan sosialisasi, pembelajaran, promosi, hingga pengujian terhadap berbagai kondisi baru.

“Misalnya pengenalan objek wisata baru, pengenalan perilaku sehat dan aktivitas olahraga,” kata Esa.

Riset VR untuk Kesehatan Lansia

Pemanfaatan VR tidak hanya diarahkan untuk simulasi atau penyajian informasi. Peneliti Ahli Madya Bidang Multimedia Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Yudhi Rezaldi, bersama tim juga mengembangkan riset yang berkaitan dengan aktivitas fisik bagi lansia.

Riset bertajuk “Immersive Tai Chi for Home-Based Exercise in Older Adults: Usability and Feasibility Study” tersebut berangkat dari kebutuhan terhadap aktivitas olahraga yang aman dan mudah diakses oleh kelompok lanjut usia.

Yudhi menjelaskan, VR dipilih karena mampu menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif dibandingkan dengan media informasi konvensional. Pengguna tidak sekadar menerima informasi secara visual, tetapi juga dapat merasakan pengalaman berada dalam lingkungan yang dibuat secara virtual.

“Dengan VR, pengguna tidak hanya melihat informasi, tetapi bisa merasa seperti berada langsung di dalam suatu lingkungan virtual. Teknologi ini juga berguna untuk simulasi yang sulit, mahal, atau berisiko jika dilakukan secara langsung,” terang Yudhi yang juga menjadi narasumber dalam acara ini.

Dalam pengembangan VR/MR Tai Chi, tim peneliti menyasar lansia berusia 60 tahun ke atas yang hidup secara mandiri di lingkungan komunitas. Penelitian tersebut diarahkan untuk menguji aspek penggunaan teknologi sebelum diterapkan secara lebih luas.

“VR/MR Tai Chi menawarkan solusi latihan berbasis rumah, tetapi usability, kenyamanan, cybersickness, dan keamanan pengguna lansia perlu diuji terlebih dahulu sebelum teknologi tersebut dapat diterapkan secara luas,” ujar Yudhi.

Ia menambahkan, penelitian itu bertujuan mengetahui apakah latihan Tai Chi berbasis VR/MR dapat digunakan secara nyaman, aman, dan efektif sebagai alternatif aktivitas olahraga di rumah.

“Tujuannya adalah mengevaluasi apakah VR/MR Tai Chi dapat digunakan secara nyaman, aman, dan efektif sebagai alternatif latihan di rumah, terutama untuk mendukung healthy aging dan aging in place,” ungkap Yudhi.

VR Berpotensi Terintegrasi dengan AI

Yudhi melihat ruang pengembangan teknologi VR masih terbuka seiring semakin berkembangnya perangkat dan kemudahan penggunaannya. Integrasi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sensor gerak, serta teknologi pendukung lainnya juga berpotensi membuat pengalaman virtual semakin realistis.

Menurutnya, penurunan harga perangkat dapat memperluas penggunaan VR pada berbagai sektor. Teknologi tersebut berpeluang dimanfaatkan untuk pendidikan, pelatihan kerja, kesehatan, keselamatan, hingga pelayanan masyarakat.

Webinar DESAIN tersebut juga menghadirkan Budianto, Direktur PT WIR Asia Tbk., perusahaan teknologi imersif asal Indonesia yang bergerak dalam pengembangan Augmented Reality (AR), VR, dan AI.

Selain itu, hadir Yusup Sigit Martyastiadi, Dosen Desain Interaksi Program Studi DKV Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ia membawakan materi bertajuk “VR Borobudur Game: From Spiritual to Virtual”.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id