JAKARTA (Surau.ID) — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) mengembangkan koperasi sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat. Dengan jaringan organisasi yang menjangkau berbagai daerah hingga tingkat desa dan kecamatan, BKMT dinilai memiliki modal sosial untuk ikut memperkuat perekonomian masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Ferry dalam Muktamar ke-X BKMT bertema Berdayakan Umat Membangun Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/9).
Ferry mengatakan pengembangan koperasi di lingkungan BKMT sejalan dengan program pemerintah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurut dia, nilai kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi dasar koperasi memiliki kesesuaian dengan semangat persatuan yang selama ini dibangun BKMT.
“Sangat sejalan dengan koperasi. Koperasi pertama kali justru dirintis oleh tokoh-tokoh Islam tahun 1913 melalui Syarikat Dagang Islam. Dan di era jelang Kemerdekaan Bung Hatta membangun konsep koperasi yang kemudian dituangkan di dalam Pasal 33 UUD 1945,” kata Menkop dalam acara Muktamar Ke-X BKMT dengan tema Berdayakan Umat Membangun Indonesia di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (24/9).
Koperasi BKMT dan Pemberdayaan Desa
Dalam forum tersebut, Ferry mengusulkan agar BKMT tidak hanya bergerak dalam bidang pendidikan dan kegiatan keagamaan, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi melalui koperasi. Ia menilai koperasi yang dibangun BKMT berpotensi menjadi simpul ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Koperasi BKMT mudah-mudahan dapat dipertimbangkan untuk dibentuk dan didirikan sebagai bagian dari dakwah ekonomi. Dengan adanya koperasi ini, ketertinggalan desa dengan kota tidak akan semakin jauh,” katanya.
Ferry juga mengapresiasi perjalanan BKMT yang telah memasuki usia 45 tahun. Ia menilai organisasi tersebut telah berkembang menjadi wadah yang tidak hanya menyediakan ruang untuk menuntut ilmu, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Dengan jaringan yang tersebar hingga tingkat kecamatan, BKMT dinilai memiliki basis anggota yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan kegiatan ekonomi. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi juga siap memberikan pendampingan bagi anggota BKMT yang ingin mengembangkan usaha.
“Kami terus mendorong agar melalui BKMT ini akan lahir pengusaha-pengusaha muslim/muslimah yang selanjutnya akan didampingi dan diinkubasi oleh Kementerian Koperasi,” katanya.
Muktamar tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum PP BKMT Syifa Fauzia, Ketua Dewan Pembina BKMT sekaligus Senator Jakarta Dailami Firdaus, serta sekitar 2.000 anggota BKMT dari 34 provinsi di Indonesia.
BKMT Diminta Perkuat Literasi Teknologi
Sementara itu, Dailami Firdaus menilai penguasaan teknologi menjadi salah satu faktor penting bagi BKMT untuk menghadapi perubahan zaman. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai keagamaan.
Menurut Dailami, aktivitas dakwah kini tidak hanya berlangsung di masjid, tetapi juga di majelis taklim. Perkembangan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membuka ruang baru yang juga perlu diisi oleh BKMT.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat kemampuan literasi digital semakin penting, terutama untuk menghadapi penyebaran informasi palsu dan manipulasi informasi di ruang digital.
“Untuk menghadapi ini, semua harus menguasai teknologi karena sebagai alat, bukan tujuan. Karena itu, pegangan bagi seluruh anggota untuk tetap memegang teguh iman, ilmu, amal, dan teknologi. Jangan dibalik; jangan sampai teknologi menjadi fondasi, namun teknologi harus berada di bawah kendali iman, ilmu, dan amal,” tegas Dailami Firdaus.