Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
25 September 2026 | 17:39 WIB
Daerah

Gus Faiz Kembali Pimpin HEBiTren Jatim, Dorong Digitalisasi Produk Ribuan Pesantren

IMG 20260925 WA0084

 

SURABAYA ( Surau.ID) — Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBiTren) Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I di Hotel Bisanta Bidakara, Surabaya, Rabu (24/9/2026). Forum tertinggi organisasi di tingkat wilayah tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat ekosistem bisnis pesantren sekaligus menyusun arah program HEBiTren Jawa Timur untuk periode kepengurusan berikutnya.

Muswil I HEBiTren Jawa Timur mengusung tema “Konsolidasi Santri dan Sinergi Bisnis Pesantren sebagai Penguatan Ekonomi Umat di Jawa Timur.” Kegiatan ini dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HEBiTren dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, Dewan Pembina, serta perwakilan pondok pesantren.

Sejumlah agenda strategis dibahas dalam forum tersebut. Di antaranya laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, evaluasi pelaksanaan program, penyusunan program kerja ke depan, serta pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) HEBiTren Jawa Timur.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung melalui musyawarah mufakat, peserta Muswil secara aklamasi kembali memberikan amanah kepada Gus Faiz dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, untuk memimpin DPW HEBiTren Jawa Timur pada periode berikutnya.

Kepercayaan tersebut diberikan setelah peserta Muswil mencermati perjalanan dan program organisasi selama periode kepengurusan sebelumnya. 

HEBiTren Jawa Timur selama ini mendorong penguatan ekonomi pesantren melalui konsolidasi koperasi pondok pesantren (kopontren), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) santri, serta pengembangan jejaring kemitraan dengan berbagai pihak.

Di bawah kepemimpinan Gus Faiz, HEBiTren Jawa Timur juga disebut telah membangun sinergi dengan sejumlah lembaga dan mitra strategis, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), Bank Indonesia, serta sektor swasta. 

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membuka akses yang lebih luas bagi produk dan usaha pesantren agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.

Usai kembali dipercaya memimpin organisasi, Gus Faiz menyampaikan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. 

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan HEBiTren Jawa Timur ke depan akan diarahkan pada penguatan konsolidasi antar-DPD dan pembangunan ekosistem bisnis pesantren yang lebih terintegrasi.

“Terima kasih atas amanah yang kembali diberikan. Ini bukan kemenangan pribadi, tapi kemenangan bersama seluruh santri,” katanya.

Menurut dia, potensi pesantren di Jawa Timur sangat besar dan perlu dikelola secara bersama-sama agar mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian umat.

“Ke depan, tugas kita bukan lagi berjalan sendiri-sendiri. Jatim punya 6.800 pesantren, ini kekuatan besar. Kita akan tuntaskan konsolidasi DPD, kita bangun katalog digital produk pesantren, dan kita wujudkan pesantren berdaulat, santri digital, guru sejahtera,” ujarnya.

Gus Faiz menekankan pentingnya membangun pola kerja yang terintegrasi di antara pesantren, koperasi, pelaku UMKM santri, dan jaringan usaha yang berada di bawah ekosistem HEBiTren. 

Menurutnya, konsolidasi diperlukan agar potensi ekonomi pesantren tidak berjalan secara parsial, tetapi dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi bersama.

Selain pemilihan ketua, Muswil I juga menjadi forum untuk merumuskan sejumlah agenda strategis organisasi. Program tersebut mencakup penguatan kelembagaan DPD, pengembangan jejaring usaha pesantren, digitalisasi produk dan layanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Pengembangan katalog digital produk pesantren menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian. Melalui digitalisasi, produk-produk yang dihasilkan pesantren dan UMKM santri diharapkan dapat lebih mudah dikenal, dipasarkan, dan diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.

Konsolidasi jaringan DPD HEBiTren di seluruh Jawa Timur juga menjadi bagian penting dari agenda kepengurusan berikutnya. 

Penguatan koordinasi tersebut diharapkan dapat mempermudah pertukaran informasi, peluang kerja sama, hingga pengembangan bisnis antarpesantren.

Muswil I HEBiTren Jawa Timur sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pesantren dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi umat. 

Pesantren tidak hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan terpilihnya kembali Gus Faiz, kepengurusan DPW HEBiTren Jawa Timur selanjutnya akan menghadapi tantangan untuk menerjemahkan berbagai agenda tersebut ke dalam program kerja yang konkret dan terukur.

Forum Muswil menempatkan konsolidasi organisasi, penguatan bisnis pesantren, dan transformasi digital sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi pesantren. HEBiTren Jawa Timur berharap penguatan ekosistem tersebut dapat memberikan manfaat bagi pesantren, santri, guru, serta masyarakat secara lebih luas.

Kepengurusan baru juga diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, BUMN, dan sektor swasta. Dengan kolaborasi tersebut, potensi ekonomi pesantren di Jawa Timur diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi umat di tingkat regional maupun nasional.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id