YOGYAKARTA (Surau.ID) – Kelompok Tani Swa Katon Asri di Wirobrajan, Kota Yogyakarta, memanen padi varietas Hibrida 32 yang dibudidayakan dalam wadah galon bekas pada Jumat (25/9/2026).
Inovasi pertanian terpadu di lahan terbatas tersebut turut memadukan budidaya ikan lele serta aneka tanaman hortikultura untuk pemenuhan pangan mandiri.
Panen perdana ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan perkotaan dapat dioptimalkan menjadi sumber ketahanan pangan produktif berbasis lingkungan komunitas secara efisien.
Integrasi Karbohidrat, Protein, dan Hortikultura
Aktivitas bercocok tanam memanfaatkan ratusan galon bekas ini membutuhkan masa tanam sekitar 110 hari dengan perawatan hemat air serta minim kendala.
Satu ruang dapat menghasilkan pangan komplit, di mana padi memenuhi pasokan karbohidrat, lele menyediakan sumber protein, serta sayuran mencukupi kebutuhan gizi harian.
Dorongan Keberlanjutan Pertanian Perkotaan
Kreativitas pemanfaatan barang bekas ini diharapkan menjadi model pertanian perkotaan yang mendukung efisiensi pengeluaran rumah tangga serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kalau hasil satu cara belum maksimal, kita perbaiki. Kalau ada teknologi atau metode yang lebih efisien, kita pelajari,” ujar Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas.
Inovasi sederhana ini membuktikan bahwa semangat kemandirian pangan tidak terbatas oleh luasnya lahan, melainkan ditentukan oleh kreativitas serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.