PAITON (Surau.ID) — Di tengah hiruk-pikuk pesantren yang terus bertransformasi menghadapi zaman, satu nama kerap disebut sebagai penggerak ekonomi pesantren, KH. Ahmad Faiz Abdul Haq Zaini. Dari balik tembok Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, ia tak hanya menjaga warisan keilmuan leluhurnya, tetapi juga merintis jalan baru, yaitu menjadikan pesantren sebagai kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.
Kini, Gus Faiz mengemban dua amanah besar sekaligus—sebagai Wakil Rektor IV Universitas Nurul Jadid (UNUJA) dan Ketua Dewan Pengurus Wilayah HEBITREN Jawa Timur. Dua peran yang mempertemukan dunia akademik dan ekonomi umat, sekaligus menempatkannya sebagai salah satu figur muda paling berpengaruh dalam gerakan kemandirian ekonomi pesantren di Jawa Timur hari ini.
Nasab dan Latar Belakang Keluarga
KH. Ahmad Faiz Abdul Haq Zaini, yang akrab disapa Gus Faiz atau KH. Faiz AHZ, adalah putra sulung dari (Alm.) KH. Abdul Haq Zaini, Lc. dan Ny. Hj. Nuri Firdausiyah.
Dari garis sang ayah, beliau merupakan cucu dari KH. Zaini Mun’im, pendiri sekaligus pengasuh pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo—seorang ulama asal Pamekasan, Madura, yang juga pernah menjadi Rais NU Cabang Kraksaan dan aktif di kepengurusan NU tingkat wilayah maupun nasional. Ayahanda beliau, KH. Abdul Haq Zaini, adalah putra keenam dari KH. Zaini Mun’im dan Nyai Hj. Nafi’ah, yang kemudian meneruskan kepemimpinan sebagai Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Gus Faiz memiliki adik kandung, Fahmi Abdul Haq Zaini (Gus Fahmi/Lora Fahmi AHZ, lahir 17 November 1985), yang sejak Februari 2025 menjabat sebagai Wakil Bupati Probolinggo periode 2025–2030.
Rekam Pendidikan
Gus Faiz tumbuh dan dididik di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, mengikuti tradisi keilmuan pesantren sekaligus pendidikan tinggi. Gelar akademik yang melekat pada namanya, M.Fil.I. / M.Phil. (Magister Filsafat Islam), menunjukkan latar belakang studi pascasarjana di bidang filsafat Islam. Sejak awal 2010-an, beliau sudah aktif dalam pengelolaan administrasi pesantren—salah satunya terlihat dari karya tulisnya, ”Profil Pondok Pesantren Nurul Jadid” (Koordinatorat PP Nurul Jadid, 2010), yang hingga kini menjadi salah satu rujukan dalam penelitian akademik tentang sejarah Nurul Jadid.
Rekam Jejak dan Kiprah
Beberapa jejak kiprah Gus Faiz antara lain:
Wakil Rektor IV Universitas Nurul Jadid (UNUJA)
Gus Faiz menjabat sebagai Wakil Rektor IV UNUJA, membidangi Kemahasiswaan, Alumni & Kerja Sama. Dalam kapasitas ini beliau kerap tampil mewakili Rektor dalam kegiatan-kegiatan resmi kampus, termasuk penandatanganan MoU dengan pesantren-pesantren mitra (misalnya kerja sama dengan empat pesantren di Bali untuk program Kampus Merdeka – Santri Mengabdi) dan penyambutan tamu kelembagaan dari Kementerian Agama maupun yayasan pendidikan mitra.
Memimpin HEBITREN Jawa Timur
Sejak periode 2021–2026, Gus Faiz dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jawa Timur—organisasi yang lahir dari dukungan Bank Indonesia sejak Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) pertama tahun 2014.
Selama kepemimpinannya di periode pertama:
Pada 24 September 2026, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) HEBITREN Jawa Timur di Hotel Bidakara Surabaya, Gus Faiz kembali ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPW HEBITREN Jawa Timur untuk periode 2026–2031, sekaligus menjadi Formatur Tunggal penyusun kepengurusan baru. Dalam sambutannya, beliau menegaskan agenda besar lima tahun ke depan: menuntaskan konsolidasi seluruh DPD, membangun katalog digital produk pesantren, memperkuat program Dana Abadi Pesantren (WIZSTREN), serta mengonsolidasikan potensi sekitar 6.800 pesantren di Jawa Timur ke dalam satu ekosistem ekonomi yang terintegrasi—dengan visi “pesantren berdaulat, santri digital, guru sejahtera.”
“Ini bukan kemenangan pribadi, tapi kemenangan bersama seluruh santri,” terang Gus Faiz.
Jabatan yang Diemban Saat Ini
Per akhir September 2026, KH. Ahmad Faiz Abdul Haq Zaini tercatat mengemban dua amanah utama secara bersamaan:
1. Wakil Rektor IV Universitas Nurul Jadid (UNUJA)—Bidang Kemahasiswaan, Alumni & Kerja Sama.
2. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) HEBITREN Jawa Timur periode 2026–2031.