Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
11 Desember 2025 | 13:26 WIB
Pesantren

Aras Prabowo: Pesantren Harus Jadi Ekosistem Ekonomi, Bukan Sekadar Objek Bantuan

Aras halaqah
Ekonom Unusia Muhammad Aras Prabowo (tengah) di Pondok Pesantren Gondrong Nurul Iman Al Barkah, Kota Tangerang, Banten, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok Pribadi)

 

Surau.ID – Akselerasi ekonomi pesantren dinilai perlu diperkuat melalui riset, advokasi, dan pendampingan yang terarah. Pandangan tersebut disampaikan Ekonom Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Muhammad Aras Prabowo, dalam Halaqah Kebangsaan bertema Sinergi Negara, Pesantren, UMKM dan Koperasi: Pilar Ekonomi Ummat di Era Digital di Pondok Pesantren Gondrong Nurul Iman Al Barkah, Kota Tangerang, Selasa (9/12/2025).

Aras menjelaskan bahwa Unusia mendorong transformasi ekonomi pesantren agar tidak lagi dipahami sebatas aktivitas kecil seperti kantin atau warung santri. Menurutnya, pesantren harus dipandang sebagai ekosistem ekonomi yang utuh.
“Melalui riset, advokasi kebijakan, dan pendampingan langsung ke basis santri,” katanya.

Ia memaparkan bahwa ekosistem tersebut mencakup unit usaha internal pesantren, UMKM milik santri dan alumni, hingga lembaga keuangan mikro syariah serta instrumen sosial-keagamaan lainnya. Karena itu, ia menilai perlu ada perubahan cara pandang negara dalam memposisikan peran pesantren.
“Kalau negara serius menjadikan pesantren pilar ekonomi umat, maka kita wajib menggeser paradigma. Dari ‘usaha kecil di halaman pesantren’ menuju ekosistem digital berbasis syariah yang terhubung dengan rantai nilai halal nasional,” ujarnya.

Aras menambahkan bahwa negara tidak boleh menjadikan pesantren sekadar objek bantuan. Ia mengingatkan bahwa pesantren memiliki modal sosial dan legitimasi keagamaan yang kuat.
“Pesantren adalah mitra setara yang punya modal sosial, jaringan, dan legitimasi keagamaan. Tugas negara adalah memastikan ada kebijakan fiskal, regulasi, dan infrastruktur digital yang benar-benar memihak pada ekosistem pesantren,” jelasnya.

Menurutnya, pesantren juga perlu melakukan pembenahan internal, mulai dari memperkuat tata kelola koperasi, mengintegrasikan kurikulum kewirausahaan dan literasi keuangan, hingga membuka diri untuk kolaborasi dengan kampus dan pelaku industri halal.

Unusia, lanjut Aras, sudah menyiapkan langkah konkret untuk mendukung percepatan tersebut. Saat ini tengah dikembangkan riset, policy brief, serta model bisnis koperasi dan UMKM pesantren yang adaptif terhadap ekonomi digital. Program pendampingan akuntansi, manajemen, dan pemasaran digital bagi santri dan para pengelola unit usaha juga disiapkan.

“Target kami sederhana tapi tegas. Dalam beberapa tahun ke depan, pesantren tidak lagi sekadar penerima bantuan, tetapi menjadi aktor utama dalam ekonomi halal, keuangan mikro syariah, dan inovasi sosial berbasis Ziswaf,” tutur Aras.

Penulis: ZH Rizqiyansyah
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id