PROBOLINGGO (Surau.ID) – Santri Ma’had Nurul Hasyimi, Sumberan Besuk Probolinggo menggelar kegiatan Jam’iyah pada Rabu malam, 30 September 2026, ba’da shalat Isya di Masjid Nurul Hasyimi.
Kegiatan rutin setiap pekan ini menjadi sarana pelatihan kepemimpinan dan dakwah bagi seluruh santri secara bergiliran berdasarkan wilayah domisili. Rangkaian acara diisi dengan enam unjuk bakat, mulai dari pembacaan Diba’iyah, tahlil, bilal, hingga hafalan surat-surat pendek.
Selain penguatan spiritual, para santri juga mengasah keahlian orasi melalui pidato dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Madura.
Wadah Penggemblengan Mental
Kegiatan Jam’iyah mingguan ini dirancang khusus sebagai wadah konsisten untuk melatih keberanian tampil di depan umum. Latihan berkala tersebut bertujuan membekali para santri agar siap berkhidmat dan menjadi pilar pengabdi di tengah masyarakat.
Prosesi diawali pembukaan oleh pembawa acara santri, dilanjutkan pembacaan tawassul, penampilan bergantian, serta evaluasi langsung dari dewan asatidz sebelum penutupan.
Bekal Khidmah untuk Masyarakat
Melalui bimbingan langsung para asatidz di setiap minggunya, potensi santri terus dievaluasi dan diarahkan secara berkelanjutan demi mencetak generasi penerus agama yang percaya diri.
“Kegiatan Jam’iyah rutin ini merupakan kawah candradimuka untuk melatih mental dan spiritual santri secara konsisten sebelum mereka benar-benar terjun melayani masyarakat,” ujar salah seorang asatidz Ma’had Nurul Hasyimi.
Istiqamah dalam membina karakter dan mengasah potensi santri menjadi bukti nyata dedikasi pesantren dalam melahirkan dai yang sigap serta berakhlakul karimah.