PACITAN (Surau.ID) – Keluarga Besar Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan menggelar Kongres Mahasantri untuk mengevaluasi AD/ART dan menyiapkan suksesi kepemimpinan pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Forum ini diselenggarakan sebagai ruang deliberatif guna memperbarui regulasi organisasi kemahasantrian agar tetap adaptif dengan dinamika lembaga perguruan tinggi pesantren.
Kegiatan yang melibatkan seluruh unsur mahasantri ini dirancang untuk membangun kultur demokrasi yang inklusif serta menjamin kesetaraan hak politik seluruh santri.
Evaluasi Aturan dan Pengembangan Kapasitas
Kepala Bagian Kemahasantrian Ma’had Aly At-Tarmasi, Gus Muhammad Farhi Asna, menegaskan pentingnya kalibrasi aturan organisasi secara berkala sebagai penunjang aktivitas santri.
Kongres yang berlangsung maraton hingga 10 Oktober 2026 ini diisi dengan perdebatan konstitusi, simposium gagasan, dan amandemen regulasi kemahasantrian.
Puncak Suksesi Kepemimpinan BEM dan DPM
Rangkaian acara akan diakhiri dengan Pemilihan Umum untuk memilih Ketua BEM serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Ma’had Aly At-Tarmasi.
“Kongres ini perlu dilakukan karena aturan-aturan seperti ini tidak suci dan harus terus dievaluasi agar sesuai dengan kondisi terkini Ma’had Aly At-Tarmasi,” tegas Gus Farhi Asna.
Melalui forum ini, mahasantri diharapkan mampu melahirkan konstitusi progresif sekaligus mempererat tali persaudaraan dalam memajukan almamater pesantren.