PROBOLINGGO (Surau.ID) – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama PPNJ menggelar lomba salawat kreatif menyambut Hari Santri Nasional ke-11 pada Kamis (15/10/2026) di halaman I’dadiyah Wilayah Al-Hasyimiyah.
Ajang ini diikuti oleh delegasi dari seluruh lembaga di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ). Setiap kelompok menampilkan salawat kreatif dengan durasi maksimal 15 menit.
Para peserta ditantang membawakan lagu wajib Ansamul Fajri yang memiliki jangkauan nada cukup ekstrem. Hal ini menuntut kestabilan vokal serta kontrol tempo yang prima dari setiap grup.
Tantangan Lagu Wajib dan Inovasi Lomba
Kegiatan rutin tahunan Divisi Keilmuan IPPNU ini menghadirkan inovasi baru berupa lomba menulis sejarah. Pengumuman pemenang dijadwalkan bertepatan pada puncak peringatan HSN tanggal 22 Oktober 2026 mendatang.
Masing-masing lembaga mengutus tujuh santriwati untuk menunjukkan performa terbaik di atas panggung. Penilaian berfokus pada dua aspek utama: kekompakan, ketepatan, serta kreativitas dan keselarasan.
Mimbar Kreativitas dan Ketepatan Bacaan
Dewan juri menegaskan pentingnya makhraj dan ketepatan bacaan sebagai parameter utama penilaian lomba.
“Ketepatan bacaan sangat diperlukan ketika menampilkan salawat kreatif, karena meski tidak memiliki suara yang bagus, lagu menjadi enak didengar ketika kita tahu pelafalannya,” ujar Ustazah Faiz Nur Azizah (Ustazah Ica), Juri Lomba Salawat.
Melalui syiar salawat ini, para santriwati diharapkan tidak hanya mengasah potensi seni islami, tetapi juga terus merawat kecintaan pada ajaran agama serta sejarah perjuangan para pendahulu.