PROBOLINGGO (Surau.ID) — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kraksaan merampungkan gelaran Lomba Video Profil Pondok Pesantren dalam rangka memeringati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Dalam ajang tersebut, Ma’had Nurul Hasyimi yang berada di bawah pengasuh KH. Hasan Fauzi Hasyim sukses mengukir prestasi membanggakan. Pondok pesantren yang berlokasi di Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo ini berhasil menyabet posisi Juara Tiga dalam ajang Lomba Video Profil Pondok Pesantren.
Persaingan ketat mewarnai kompetisi kreatif antar-pesantren ini. Berdasarkan keputusan dewan juri, Juara Pertama diraih oleh Pondok Pesantren Badriduja, disusul Pondok Pesantren Nurul Yakin sebagai Juara Kedua, dan Pondok Pesantren Ma’had Nurul Hasyimi menempati posisi Juara Ketiga.
Ketua RMI PCNU Kraksaan, Gus Moh. Hilmi Thalib, mengungkapkan bahwa antusiasme pesantren di wilayah Kraksaan sebenarnya sangat tinggi. Dari sekitar 20 pesantren yang mendaftar, terdapat 12 pesantren yang memproduksi dan mengirimkan karya video profilnya.
“Sebenarnya dari pondok-pondok banyak yang antusias, hanya saja kemarin karena minimnya publikasi dan kebingungan terkait petunjuk teknis (juknis), sehingga hanya 12 yang mengirimkan video. Alhamdulillah, ketiga pemenang tersebut kami anggap sangat layak karena diputuskan oleh dewan juri yang kompeten dan sesuai di bidangnya,” terangnya.
Ia menambahkan, perlombaan ini dirancang tidak sekadar sebagai ajang berkompetisi, tetapi juga sebagai media edukasi publik. Melalui karya audio visual, masyarakat diharapkan dapat melihat potret nyata kehidupan pesantren masa kini.
“Harapan ke depan, lomba pembuatan video profil ini bisa diikuti oleh lebih banyak pesantren. Manfaat kegiatan ini, selain untuk mengenalkan potensi pesantren, juga memberi tahu kepada masyarakat luas bahwa pesantren adalah tempat yang nyaman, aman, serta ramah anak,” tambahnya.
Menanggapi raihan Juara Tiga tersebut, Ketua Multimedia Ma’had Nurul Hasyimi, Muhammad Firman Syah, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian timnya. Menurutnya, hasil ini menjadi pijakan penting untuk berbenah dan meningkatkan kualitas karya di masa mendatang.
“Apa pun hasil juara yang diperoleh, patut kita syukuri dan jadikan bahan evaluasi bersama. Jika hasilnya belum sesuai harapan, bukan berarti usaha yang telah dilakukan sia-sia, melainkan menjadi motivasi untuk berbenah dan lebih baik ke depannya. Semoga ke depannya pondok pesantren kita bisa meraih hasil yang lebih maksimal,” ungkapnya.
Ia menggarisbawahi beberapa catatan internal yang akan menjadi fokus pembenahan tim multimedia Ma’had Nurul Hasyimi, mulai dari tahap perencanaan hingga pascaproduksi.
“Beberapa hal perlu kita evaluasi bersama, baik dari segi persiapan, alur konsep, maupun proses teknis pembuatan videonya. Harapan ke depannya, semoga persiapan bisa lebih matang, kerja sama tim semakin kompak, dan hasil karya kita semakin berkualitas serta membanggakan pondok pesantren,” pungkasnya.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di lingkungan PCNU Kraksaan ini diharapkan terus mendorong santri dan pengelola media pesantren untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur kepepasantrenan.