BANYUWANGI (Surau.ID) – Wamenkes RI dr. Benjamin Paulus Octavianus memboyong program Desa Siaga TB ke Banyuwangi pada 24 Oktober 2026 untuk mempercepat pemutusan rantai penularan TBC.
Deklarasi yang dibacakan Ketua Askab Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan ini memperkuat langkah deteksi dini, pengobatan efektif, dan pencegahan Tuberkulosis dari tingkat desa.
Inisiatif luar biasa tersebut berfokus pada empat pilar utama, yakni Temukan, Cegah, Obati, dan Akhiri, melalui pelacakan kontak aktif hingga pemberian terapi pencegahan.
Penguatan Pilar dan Target Nasional
Gebrakan dari akar rumput ini memberdayakan kepala desa serta kader kesehatan untuk menggalakkan skrining rutin, pengawasan pengobatan tuntas, hingga dukungan psikososial pasien.
Langkah strategis tersebut menjadi prioritas nasional mengingat Indonesia menempati posisi kedua kasus TB tertinggi di dunia dengan perkiraan 1,08 juta kasus global.
Sinergi Daerah dan Penuntasan Kasus
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat penemuan 23.022 terduga TB dengan 2.534 kasus positif yang mayoritas telah menjalani proses pengobatan secara terpadu.
“Penanganan TB membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami ingin memastikan masyarakat yang terduga TB segera menjalani pemeriksaan dan menyelesaikan pengobatannya,” ujar Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi.
Gerakan kolaboratif ini diharapkan menjadi modal utama Indonesia dalam menekan angka penularan Tuberkulosis secara berkelanjutan di masa depan.