JAKARTA (Surau.ID) — Presiden LaLiga, Javier Tebas, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat China menyusul kontroversi pernyataan Kylian Mbappe yang dianggap melecehkan Mao Zedong. Operator Liga Spanyol itu juga berjanji memperkuat komunikasi dengan mitra di China serta menerapkan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kontroversi tersebut memicu reaksi negatif di China. Mbappe, yang memperkuat Real Madrid, dilaporkan kehilangan kontrak dari dua merek besar asal negara tersebut. Gelombang protes juga meluas hingga muncul kabar mengenai rencana stasiun televisi China untuk memboikot siaran LaLiga.
Menanggapi situasi itu, Tebas menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosial X. Ia mengakui bahwa pernyataan Mbappe telah menimbulkan kekecewaan dan menyinggung masyarakat China.
“LaLiga sangat menyesali ketidakpuasan dan rasa tersinggung yang ditimbulkan di China akibat pernyataan yang dilontarkan oleh Kylian Mbappe. Kami memahami dampak negatif yang ditimbulkan dari pernyataan tersebut. Atas nama LaLiga, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada rakyat China,” tulis Tebas.
Ia juga menegaskan bahwa LaLiga telah membangun hubungan jangka panjang dengan China melalui kerja sama bersama lembaga pemerintah, organisasi olahraga, media audiovisual, dan para penggemar sepak bola Spanyol.
Menurut Tebas, kontroversi yang melibatkan seorang pemain tidak seharusnya merusak hubungan tersebut atau berdampak negatif terhadap klub-klub yang berkompetisi di LaLiga dan penggemar sepak bola di China.
LaLiga menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan mitra serta pihak terkait di China untuk menangani persoalan tersebut. Komitmen terhadap hubungan bilateral itu, menurutnya, tetap menjadi prioritas organisasi.
Melalui akun resmi media sosialnya, LaLiga juga menegaskan bahwa pernyataan Mbappe merupakan tindakan pribadi dan tidak mewakili sikap kompetisi maupun klub-klub pesertanya.
Sebagai langkah pencegahan, LaLiga berencana bekerja sama dengan klub dan pemain untuk menerapkan protokol edukasi serta komunikasi yang menekankan pentingnya menghormati perbedaan budaya.
Di sisi lain, Mbappe telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang memicu kontroversi. Penyerang Real Madrid itu mengaku menyesali perkataannya yang menyinggung masyarakat China.
LaLiga kini berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui komunikasi dengan para mitra di China, sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya di lingkungan sepak bola profesional.